Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
16 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
12 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
24 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Krisna Bayu: Covid 19 Jangan Sampai Bunuh Kreatifitas

Krisna Bayu: Covid 19 Jangan Sampai Bunuh Kreatifitas
Senin, 20 April 2020 20:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dampak wabah virus Corona atau Covid 19 terus melanda dunia tanpa ada kepastian kapan berakhirnya. Seluruh aktivitas terhenti termasuk kegiatan dunia olahraga. Bukan hanya even tingkat nasional dan internasional tetapi pelaksanaan Olympiade Tokyo yang semua digelar 2020 ditunda menjadi tahun 2021.

"Tak banyak yang bisa dilakukan dalam membangun prestasi olahraga di tengah Covid 19. Total seluruh kegiatan terhenti. Bukan hanya aktivitas latihan di klub-klub tetapi kegiatan even pun tak ada," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (Persambi), Krisna Bayu yang dihubungi melalui telepon selular, Senin (20/4/2020).

Dampak dari Covid 19 ini sangat besar terutama dalam program pembinaan atlet. Hal ini terkait dengan imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah demi memutus panukaran virus yang banyak menelan korban. Namun, kata Krisna Bayu yang juga legenda judo Indonesia ini, masyarakat olahraga tidak boleh terlarut dengan hanya menunggu kapan virus ini berakhir.

"Pada prinsipnya kita memang harus mendukung seluruh kebijakan pemerintah dalam hal penanganan Covid 19. Tapi, kita juga kan harus memikirkan bagaimana pembinaan atlet terus berjalan," jelasnya.

Di tengah terhentinya kegiatan olahraga ini, Bayu panggilan akrab Krisna Bayu, mengusulkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuat terobosan dengan mengajak induk-induk organisasi membuat blue print program pembinaan olahraga Indonesia ke depan yang akan dijalankan usai Covid 19.

"Jangan hanya karena Covid 19 lantas membunuh kreatifitas dan memutuskan komunikasi masyarakat olahraga dengan pemerintah. Alangkah baiknya, Kemenpora, KONI Pusat, National Olympic Committee (NOC) Indonesia dan PP/PB menjalin komunikasi lebh intes dalam upaya melahirkan Blue Print Pembinaan Olahraga Indonesia di tengah wabah Covid 19. Kita kan bisa memanfaatkan teknologi untuk membahas seluruh programnya," imbuhnya.

Berbicara masalah pembinaan olahraga Sambo, kata Bayu, pihaknya terus mendorong Pengprov Persambi di seluruh Indonesia mengikuti langkah yang dilakukan pelatda PON maupun pelatnas Olimpiade dengan menjalankan program latihan mandiri atau latihan tidak berada di ruang publik. "Kita terus mendorong agar pembinaan atlet sambo di daerah terhenti dengan cara menjalani latihan mandiri di bawah kontrol pelatih. Tagline Tiada Hari Tanpa Lathan itu akan kita gaungkan terus," katanya.

Memang, kata Bayu, program itu tidak bisa mencapai hasil maksimal mengingat tidak adanya pertandingan yang bisa digelar. Tetapi, jelas Bayu, atlet Sambo bisa menjaga kondisi fisiknya dan juga mematangkan pemahanan teknik selama menjalani latihan mandiri di bawah bimbingan pelatih yang digerakkan Pengprov Persambi se-Indonesia. ***

wwwwww