Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
13 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
17 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
12 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  MPR RI

Bamsoet Berikan Bantuan Sosial Kepada Paguyuban Supir Bajaj

Bamsoet Berikan Bantuan Sosial Kepada Paguyuban Supir Bajaj
Kamis, 23 April 2020 13:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo kembali menyalurkan bantuan sosial berupa 1 ton beras dan indomie kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Sasaran kali ini terhadap paguyuban supir dan pemilik bajaj (Pasapba) se-DKI Jakarta yang beranggotakan lebih dari 2.000 orang. Setelah sebelumnya juga memberikan bantuan sosial kepada pengemudi ojek online, perempuan tulang punggung keluarga, warga Pendatang dan guru ngaji.

"Menghadapi pandemi Covid-19, para supir bajaj termasuk profesi yang rentan terkikis pendapatannya. Apalagi saat ini Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta diperpanjang hingga 22 Mei, menjadikan aktifitas masyarakat lebih banyak di rumah, yang secara otomatis mengurangi pendapatan para supir bajaj. Bantuan beras dan kebutuhan pokok ini, walaupun jumlahnya terbatas, setidaknya bisa membantu mencukupi kebutuhan pangan mereka," ujar Bamsoet usai menyerahkan bantuan, di Kelurahan Cipete Jakarta Selatan, Kamis (23/4/20).

Selain menggerakan semangat gotong royong dalam membantu sesama, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mendorong pemerintah daerah memperluas jangkauan penerima bantuan sosial agar tak hanya kepada kalangan miskin dan kurang mampu saja. Melainkan juga kepada berbagai kalangan kelas menengah bawah, sebagaimana telah dilakukan berbagai negara lainnya. 

"Kalangan kelas menengah bawah juga rentan menurun pendapatannya. Bahkan dari kantornya ada yang menerima gaji hanya setengah atau tak digaji sama sekali selama PSBB. Pemerintah harus bisa turut melindungi. Toh mereka selama ini juga termasuk kalangan penyumbang pajak terbesar kepada negara maupun pajak daerah," tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, dengan APBD mencapai Rp 87,95 triliun, seharusnya bukan hal yang sulit bagi DKI Jakarta mengalokasikan berbagai mata anggaran untuk bantuan sosial. Begitupun dengan daerah lainnya. Ditengah situasi warga yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, mereka butuh perhatian dan sentuhan dari para pemimpinnya.

"Sedikit bantuan yang diberikan oleh pemimpin, akan sangat berarti bagi ketenangan jiwa rakyatnya. Pandemi Covid-19 ini menjadi ujian kepemimpinan, apakah hanya sibuk membangun citra melalui retorika. Atau pemimpin memang terbukti memiliki jiwa empati dengan hadir memberikan bantuan dan menyentuh hati rakyat," pungkas Bamsoet.***

wwwwww