Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Olympic

Jasa Penyelundupan Pemudik Marak di Medsos, Polisi Lakukan Penyelidikan

Jasa Penyelundupan Pemudik Marak di Medsos, Polisi Lakukan Penyelidikan
Sabtu, 02 Mei 2020 14:37 WIB
JAKARTA - Kepolisian RI saat ini tengah melakukan penyelidikan mengenai dugaan penyelundupan pemudik jelang Lebaran 2020. Jasa penyelundupan itu marak ditawarkan di media sosial agar masyarakat bisa pulang kampung di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabodetabek. 

"Iya, kami melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan itu," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono berapa waktu lalu.

Sampai saat ini, Argo mengatakan polisi belum menemukan biro jasa yang kedapatan menawarkan mudik secara diam-diam itu. Namun ia telah menginformasikan kepada seluruh jajaran di polda dan polres agar bersiaga menghadapi modus penyelundupan pemudik ini. 

"Kami sampaikan ke anggota yang bertugas di lapangan, supaya modus-modus seperti ini bisa kami antisipasi," kata dia. 

Informasi mengenai penyelundupan mudik itu saat ini ramai ditawarkan melalui pesan WhatsApp atau melalui media sosial. Mereka menawarkan jasa menerobos blokade polisi di pos pantau agar masyarakat bisa pulang kampung halamannya masing-masing pada tahun ini.

Salah satu usaha penyelundupan penumpang di bus itu ditemukan polisi di Pos PAM Kedung Waringin Bekasi. Di sana polisi menemukan 6 pemudik di dalam bus yang berusaha mengelabui petugas. 

Dirlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengatakan keenam orang pemudik itu menyandarkan bangku penumpang agar tak terlihat petugas yang tengah berjaga. Namun aksi mudik diam-diam itu akhirnya gagal setelah polisi memeriksa bagian dalam bus. 

"Ditemukan ada lima orang merebahkan tempat duduk dan lampu dimatikan. Ditemukan juga satu orang di dalam toilet bus," kata Sambodo.

Kepada polisi, mereka mengatakan membayar uang sebanyak Rp 250 ribu per orang kepada sopir bus agar bisa mudik ke Jawa Tengah. Mereka berharap dengan menyandarkan kursi bus dan mematikan lampu bisa membuat bus seolah-olah tak berpenumpang. 

Atas aksi mudik diam-diam itu, keenam pemudik hanya didata saja oleh petugas. Mereka beserta sopir bus diperintahkan untuk memutar balik ke Jakarta dan tak melanjutkan perjalanannya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tempo.co
Kategori:Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww