Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Olympic

Pandemi Corona, Satu Keluarga Ditemukan Lemas dan Kelaparan di Tengah Kebun

Pandemi Corona, Satu Keluarga Ditemukan Lemas dan Kelaparan di Tengah Kebun
Sabtu, 02 Mei 2020 02:53 WIB
POLEWALI MANDAR - Satu keluarga yang terdiri dari tujuh orang ditemukan warga dalam kondisi lemas dan kelaparan dalam rumah kosong di tengah kebun, Kelurahan Amassangan, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Kamis (30/4/2020) malam.

Dari tujuh orang itu, tiga di antaranya masih balita dan seorang ibu yang sedang hamil besar.

Nurhidayat (57), kepala keluarga itu, mengaku berasal dari Tolitoli, Sulawesi Tengah. Mereka datang ke Polewali Mandar untuk meminta bantuan dari seorang kerabat.

"Rencananya cari teman di Polewali karena tidak lagi punya pekerjaan di Tolitoli, tapi sampai di Polewali ternyata yang bersangkutan sudah tidak ada di lokasi,'' jelas Nurhidayat saat ditemui.

Di Tolitoli, Nurhidayat bekerja sebagai buruh tani dan menumpang tinggal di tanah milik orang lain.

Saat wabah Covid-19 merebak, tempatnya bekerja tidak lagi produktif sehingga Nurhidayat terpaksa pindah.

Sejumlah warga yang menemukan keluarga Nurhidayat dalam kondisi lemas langsung berdatangan memberikan bantuan makanan.

''Kasihan hidup di kebun warga dalam keadaan kelaparan. Beruntung banyak warga yang bersimpati dan memberikan bantuan makanan sehingga mereka bisa makan,'' jelas Rahmawati, salah satu warga yang memberi bantuan.

Saat ini, keluarga Nurhidayat sudah dibawa ke bangunan bekas pos polisi di Jalan Trans Sulawesi.

Rencananya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Barat dan tim medis bakal mendatangi lokasi tersebut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kompas.com
Kategori:Sulawesi Selatan, Ekonomi, Olympic, PON
wwwwww