Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
13 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
2
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
11 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
3
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
11 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
4
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disetujui
DPR RI
23 jam yang lalu
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disetujui
5
Hari Bhayangkara ke-74, Sahroni Dorong Kerja Polri atasi Kejahatan Siber
DPR RI
24 jam yang lalu
Hari Bhayangkara ke-74, Sahroni Dorong Kerja Polri atasi Kejahatan Siber
6
Bertambah 1.385, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 57.770 Orang
Kesehatan
23 jam yang lalu
Bertambah 1.385, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 57.770 Orang
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Pandemi Corona, Satu Keluarga Ditemukan Lemas dan Kelaparan di Tengah Kebun

Pandemi Corona, Satu Keluarga Ditemukan Lemas dan Kelaparan di Tengah Kebun
Sabtu, 02 Mei 2020 02:53 WIB
POLEWALI MANDAR - Satu keluarga yang terdiri dari tujuh orang ditemukan warga dalam kondisi lemas dan kelaparan dalam rumah kosong di tengah kebun, Kelurahan Amassangan, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Kamis (30/4/2020) malam.

Dari tujuh orang itu, tiga di antaranya masih balita dan seorang ibu yang sedang hamil besar.

Nurhidayat (57), kepala keluarga itu, mengaku berasal dari Tolitoli, Sulawesi Tengah. Mereka datang ke Polewali Mandar untuk meminta bantuan dari seorang kerabat.

"Rencananya cari teman di Polewali karena tidak lagi punya pekerjaan di Tolitoli, tapi sampai di Polewali ternyata yang bersangkutan sudah tidak ada di lokasi,'' jelas Nurhidayat saat ditemui.

Di Tolitoli, Nurhidayat bekerja sebagai buruh tani dan menumpang tinggal di tanah milik orang lain.

Saat wabah Covid-19 merebak, tempatnya bekerja tidak lagi produktif sehingga Nurhidayat terpaksa pindah.

Sejumlah warga yang menemukan keluarga Nurhidayat dalam kondisi lemas langsung berdatangan memberikan bantuan makanan.

''Kasihan hidup di kebun warga dalam keadaan kelaparan. Beruntung banyak warga yang bersimpati dan memberikan bantuan makanan sehingga mereka bisa makan,'' jelas Rahmawati, salah satu warga yang memberi bantuan.

Saat ini, keluarga Nurhidayat sudah dibawa ke bangunan bekas pos polisi di Jalan Trans Sulawesi.

Rencananya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Barat dan tim medis bakal mendatangi lokasi tersebut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kompas.com
Kategori:Sulawesi Selatan, Ekonomi, Peristiwa, Umum

wwwwww