Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Qatar, Shin Tae Yong: Masih Ada Kekurangan
Sepakbola
9 jam yang lalu
Kalahkan Qatar, Shin Tae Yong: Masih Ada Kekurangan
2
Kota Kendari Mencekam, Ratusan Massa Mengamuk Bawa Sajam dan Rusak Sejumlah Mall
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kota Kendari Mencekam, Ratusan Massa Mengamuk Bawa Sajam dan Rusak Sejumlah Mall
3
Pilkada 2020: Selain Dukung 150 Calon, Gelora Juga Usung 4 Kadernya
Politik
22 jam yang lalu
Pilkada 2020: Selain Dukung 150 Calon, Gelora Juga Usung 4 Kadernya
4
Beragama Hindu, Mahasiswi Kedokteran Ini Sudah Lebih 5 Tahun Berhijab
Pendidikan
19 jam yang lalu
Beragama Hindu, Mahasiswi Kedokteran Ini Sudah Lebih 5 Tahun Berhijab
5
Agar Tak Jadi Preseden, MPR Minta Usut Tuntas Penusukan Syekh Ali Jaber
MPR RI
22 jam yang lalu
Agar Tak Jadi Preseden, MPR Minta Usut Tuntas Penusukan Syekh Ali Jaber
6
Jiwasraya 'Dirampok' dan Dikorupsi, Rakyat Harus Bayar 20 Triliun? Yang Bener Saja!
Peristiwa
20 jam yang lalu
Jiwasraya Dirampok dan Dikorupsi, Rakyat Harus Bayar 20 Triliun? Yang Bener Saja!
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Pandemi Corona, Satu Keluarga Ditemukan Lemas dan Kelaparan di Tengah Kebun

Pandemi Corona, Satu Keluarga Ditemukan Lemas dan Kelaparan di Tengah Kebun
Sabtu, 02 Mei 2020 02:53 WIB
POLEWALI MANDAR - Satu keluarga yang terdiri dari tujuh orang ditemukan warga dalam kondisi lemas dan kelaparan dalam rumah kosong di tengah kebun, Kelurahan Amassangan, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Kamis (30/4/2020) malam.

Dari tujuh orang itu, tiga di antaranya masih balita dan seorang ibu yang sedang hamil besar.

Nurhidayat (57), kepala keluarga itu, mengaku berasal dari Tolitoli, Sulawesi Tengah. Mereka datang ke Polewali Mandar untuk meminta bantuan dari seorang kerabat.

"Rencananya cari teman di Polewali karena tidak lagi punya pekerjaan di Tolitoli, tapi sampai di Polewali ternyata yang bersangkutan sudah tidak ada di lokasi,'' jelas Nurhidayat saat ditemui.

Di Tolitoli, Nurhidayat bekerja sebagai buruh tani dan menumpang tinggal di tanah milik orang lain.

Saat wabah Covid-19 merebak, tempatnya bekerja tidak lagi produktif sehingga Nurhidayat terpaksa pindah.

Sejumlah warga yang menemukan keluarga Nurhidayat dalam kondisi lemas langsung berdatangan memberikan bantuan makanan.

''Kasihan hidup di kebun warga dalam keadaan kelaparan. Beruntung banyak warga yang bersimpati dan memberikan bantuan makanan sehingga mereka bisa makan,'' jelas Rahmawati, salah satu warga yang memberi bantuan.

Saat ini, keluarga Nurhidayat sudah dibawa ke bangunan bekas pos polisi di Jalan Trans Sulawesi.

Rencananya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Barat dan tim medis bakal mendatangi lokasi tersebut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kompas.com
Kategori:Sulawesi Selatan, Ekonomi, Peristiwa, Umum

wwwwww