Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kolaborasi Antar Anak Bangsa Modal Penting Atasi Masalah dalam Pembangunan
Politik
16 jam yang lalu
Kolaborasi Antar Anak Bangsa Modal Penting Atasi Masalah dalam Pembangunan
2
Edhy Prabowo Tersangka, 'Opung Luhut' Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Edhy Prabowo Tersangka, Opung Luhut Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
3
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
Peristiwa
21 jam yang lalu
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
4
Resmi jadi Tersangka, Edhy Mundur dari Waketum Gerindra dan Jabatan Menteri KKP
Hukum
21 jam yang lalu
Resmi jadi Tersangka, Edhy Mundur dari Waketum Gerindra dan Jabatan Menteri KKP
5
Gus Jazil Pertimbangkan Aspek Kedekatan Calon Kapolri dengan Presiden
Politik
11 jam yang lalu
Gus Jazil Pertimbangkan Aspek Kedekatan Calon Kapolri dengan Presiden
6
Direktur IFAD Mengaku Kagum dengan Gagasan SDGs Desa Mendes PDTT
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Direktur IFAD Mengaku Kagum dengan Gagasan SDGs Desa Mendes PDTT
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Temuan Penumpang KRL Positif Covid-19, Munculkan Kehawatiran 'PSBB Gagal'

Temuan Penumpang KRL Positif Covid-19, Munculkan Kehawatiran PSBB Gagal
Foto: Media Indonesia
Senin, 04 Mei 2020 01:20 WIB
JAKARTA - Tiga dari 325 orang penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta - Bogor dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes swab (PCR) pada Senin (27/4/2020) lalu.

"Ini artinya KRL yang masih padat bisa menjadi transportasi OTG pembawa virus. PSBB bisa gagal. Sudah dilaporkan ke gugus tugas pusat dan Kemenhub. Semoga ada respon terukur dari pihak operator KRL," tulis Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di akun twitternya.

Mengutip Media Indonesia, Senin (4/5/2020), Walikota Bogor Bima Arya juga mengumumkan kasus positif Covid-19 itu melalui aplikasi percakapan WhatsApp. Bima mengumumkannya lewat unggahan status WhatsApp pribadinya.

"3 penumpang KRL Bogor - Jakarta dari 325 yang ditest swab PCR dinyatakan positif Covid. Kerumunan dan moda transportasi yang padat sumber penularan orang tanpa gejala (OTG). Agar semua berhati-hati dan kita kawal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bersama-sama," tulis Bima.

Sekedar pengingat, pemerintah telah bicara soal pelonggaran PSBB. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, dalam video di akun twitternya, Minggu (3/5/2020) bicara soal relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa Pandemi Corona/Covid-19.

Relaksasi yang dimaksud Mahfud, adalah apa yang menurutnya diinginkan Presiden Jokowi agar roda perekonomian tetap berputar di masa PSBB. Tentu, dengan tetap dalam koridor protokol kesehatan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Barat, DKI Jakarta, Kesehatan, Pemerintahan, Peristiwa
wwwwww