Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Avanza Mobil 'Sejuta Umat' Dapat Pesaing Baru Honda N7X Concept, Ini Penampakannya
Ekonomi
3 jam yang lalu
Avanza Mobil Sejuta Umat Dapat Pesaing Baru Honda N7X Concept, Ini Penampakannya
2
Jika Ngotot Mau Nyapres, PDIP Minta Ganjar Pindah Partai Lain
Politik
19 jam yang lalu
Jika Ngotot Mau Nyapres, PDIP Minta Ganjar Pindah Partai Lain
3
Markis Kido Meninggal Dunia, Menpora Amali: Selamat Jalan Pahlawan Bulutangkis
Olahraga
20 jam yang lalu
Markis Kido Meninggal Dunia, Menpora Amali: Selamat Jalan Pahlawan Bulutangkis
4
Kaka Slank Ajak Masyarakat Tak Takut Vaksinasi, Netizen: Kayaknya Ngincar Komisaris Nih!
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kaka Slank Ajak Masyarakat Tak Takut Vaksinasi, Netizen: Kayaknya Ngincar Komisaris Nih!
5
Rizal Falconi Persembahkan Gelar Juara Buat Keluarga
Olahraga
20 jam yang lalu
Rizal Falconi Persembahkan Gelar Juara Buat Keluarga
6
Viral HP Dibegal saat Pemiliknya Live IG, Pelaku Tak Sadar Wajahnya Terekam
Peristiwa
18 jam yang lalu
Viral HP Dibegal saat Pemiliknya Live IG, Pelaku Tak Sadar Wajahnya Terekam
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Temuan Penumpang KRL Positif Covid-19, Munculkan Kehawatiran 'PSBB Gagal'

Temuan Penumpang KRL Positif Covid-19, Munculkan Kehawatiran PSBB Gagal
Foto: Media Indonesia
Senin, 04 Mei 2020 01:20 WIB
JAKARTA - Tiga dari 325 orang penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta - Bogor dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes swab (PCR) pada Senin (27/4/2020) lalu.

"Ini artinya KRL yang masih padat bisa menjadi transportasi OTG pembawa virus. PSBB bisa gagal. Sudah dilaporkan ke gugus tugas pusat dan Kemenhub. Semoga ada respon terukur dari pihak operator KRL," tulis Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di akun twitternya.

Mengutip Media Indonesia, Senin (4/5/2020), Walikota Bogor Bima Arya juga mengumumkan kasus positif Covid-19 itu melalui aplikasi percakapan WhatsApp. Bima mengumumkannya lewat unggahan status WhatsApp pribadinya.

"3 penumpang KRL Bogor - Jakarta dari 325 yang ditest swab PCR dinyatakan positif Covid. Kerumunan dan moda transportasi yang padat sumber penularan orang tanpa gejala (OTG). Agar semua berhati-hati dan kita kawal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bersama-sama," tulis Bima.

Sekedar pengingat, pemerintah telah bicara soal pelonggaran PSBB. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, dalam video di akun twitternya, Minggu (3/5/2020) bicara soal relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa Pandemi Corona/Covid-19.

Relaksasi yang dimaksud Mahfud, adalah apa yang menurutnya diinginkan Presiden Jokowi agar roda perekonomian tetap berputar di masa PSBB. Tentu, dengan tetap dalam koridor protokol kesehatan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Barat, DKI Jakarta, Kesehatan, Pemerintahan, Peristiwa
wwwwww