Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
12 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
2
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
12 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
3
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
4 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
10 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
8 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Baru Dibebaskan Kemenkumham karena Corona, 2 Napi Tewas Ditembak Polisi karena Curi Mobil

Baru Dibebaskan Kemenkumham karena Corona, 2 Napi Tewas Ditembak Polisi karena Curi Mobil
Dua napi yang baru dibebaskan Kemenkumham tewas ditembak polisi karena kembali mencuri mobil dan melawan saat akan ditangkap. (detikcom)
Selasa, 05 Mei 2020 06:23 WIB
SURABAYA - Bahwa kebijakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) membebaskan puluhan ribu narapidana (napi) melalui program asimilasi karena wabah virus corona, merupakan kekeliruan dan meresahkan masyarakat, kembali terbukti.

Dua napi curanmor yang baru saja dibebaskan Kemenkum kembali melakukan aksi kejahatan, mencuri kendaraan roda empat. Keduanya tewas ditembak polisi karena melawan saat akan ditangkap.

Dikutip dari detikcom, kedua pelaku adalah Zainul Arifin alias Pitik (36) warga Dusun Jogosari, Desa Jogonalah, Kecamatan Pandaan, Pasuruan dan M Imron Rosidi alias Baron (40) warga Dusun Kanigoro, Desa Kertosari, Kecamatan Puwosari, Pasuruan.

Kasubdit III Jatanras Polda Jatim Kompol Oki Rahardian mengatakan, keduanya berusaha melawan petugas dengan senjata api rakitan dan parang. Setelah ditembak, polisi membawanya ke rumah sakit, namun nyawa mereka tak tertolong.

''Melanggar 363 (KUHP), pelaku pencurian roda empat. Pelaku sempat menembakkan senpi satu kali mengarah ke petugas. Namun Alhamdulillah tidak ada yang kena. Akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur,'' ujar Oki Rahardian, di kamar mayat RSU dr Soetomo, Selasa (5/5/2020).

Oki menjelaskan, keduanya baru saja bebas melalui program asimilasi bulan April 2020. Namun kembali melakukan aksi kejahatan.

''Dibebaskan melalui asimilasi kemarin dua-duanya. Tanggal 6 dan 7 April 2020 kemarin. Sebelumnya mereka ditahan LP Lowokwaru, Malang,'' ujar Oki.

Keduanya kembali mencuri kendaraan roda empat. Aksi mereka sebelumnya menyasar kendaraan di minimarket Kabupaten Tulungagung.

''Aksi terakhir di Alfamart dan Indomart di Tulungagung,'' sambung Oki.

Sedangkan wilayah operasi kejahatan kedua pelaku berada di Trenggalek, Tulungagung dan Blitar. Kedua pelaku sudah berkali-kali keluar masuk tahanan.

''Sudah residivis. Si Imran sudah enam kali dan si Zainul sudah lima kali,'' ucap Oki.

Sambung Oki, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu senjata api rakitan jenis revolver dengan empat peluru dan satu senjata tajam.***

Editor:hasan b
Sumber:detikcom
Kategori:Hukum, Peristiwa

wwwwww