Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
8 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
4 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Nusantara

Apresiasi Pertemuan Puncak GNB, Ketua BKSP DPD RI Bicara Vaksin Atasi Pandemi

Apresiasi Pertemuan Puncak GNB, Ketua BKSP DPD RI Bicara Vaksin Atasi Pandemi
Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Gusti Farid Hasan Aman. (Foto: Ist.)
Selasa, 12 Mei 2020 20:18 WIB
JAKARTA - Pertemuan Puncak Online Gerakan Non-Blok (GNB) untuk menghadapi COVID-19 yang berlangsung 4 Mei 2020 lalu, menghasilkan dua poin penting yakni yaitu pendekatan multilateralisme dan pembentukan Gugus Tugas GNB.

Hal itu diungkap oleh Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Gusti Farid Hasan Aman kepada wartawan, Selasa (12/5/2020).

Melalui pendekatan multilateral, negara-negara non blok diharap bisa berkonsentrasi kepada penyelamatan nyawa manusia, khususnya umat manusia di negara yang sumber daya kesehatannya tak memadai.

"Kunci penanganan COVID-19 ini ada di pengembangan vaksin, sehingga ketersediaan vaksin yang murah perlu disiapkan," kata Gusti Farid.

Senator dari Kalimantan Selatan ini juga berharap, semua pihak dapat menyiapkan strategi keluar atau exit strategy dalam menghadapi pandemi ini.

"Ada negara yang kurvanya turun atau mulai turun, ada yang masih menanjak atau belum melewati fase krisis. Atau ada juga yang bersiap menghadapi bahaya gelombang kedua atau ketiga pandemi ini. Jadi, memang harus difikirkan exit strategi atau strategi keluar agar pandemi COVID-19 ini bisa dikendalikan secara menyeluruh dan kita semua dapat berfikir menghidupkan perekonomian negara," kata Gusti Farid.

Gusti Farid juga berharap, penyusunan kebijakan exit strategy tetap berbasis kepada sains (ilmu pengetahuan) dan bukan karena keputusan yang terburu-buru.

"Exit strategy COVID-19 harus tetap mempertimbangkan data saintifik terbaik, untuk mencegah potensi ledakan infeksi virus ini apabila pembatasan sosial akan dilonggarkan," pungkasnya.

Untuk diketahui, Pertemuan Puncak Online Gerakan Non-Blok (GNB) untuk Menghadapi COVID-19 (The Online Summit Level Meeting of the Non-Aligned Movement (NAM) Contact Group in Response to COVID-19) ini, diketuai oleh Presiden Azerbaijan, Ilham Aliev, dan dihadiri 120 negara anggota, termasuk Indonesia, serta wakil-wakil dari Uni Eropa, Uni Afrika, WHO dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, SEA Games, Nusantara, Basket
wwwwww