Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
Peristiwa
20 jam yang lalu
DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
2
Insentif Tenaga Medis di 2 RS Corona Telah Cair Rp10,45 Miliar
Peristiwa
22 jam yang lalu
Insentif Tenaga Medis di 2 RS Corona Telah Cair Rp10,45 Miliar
3
Anies Perpanjang PSBB DKI Jakarta, Bulan Juni Jadi Masa Transisi
Peristiwa
24 jam yang lalu
Anies Perpanjang PSBB DKI Jakarta, Bulan Juni Jadi Masa Transisi
4
Fakta Penurunan Tingkat Penularan Virus Covid-19 di Jakarta
GoNews Group
21 jam yang lalu
Fakta Penurunan Tingkat Penularan Virus Covid-19 di Jakarta
5
Perpanjang Masa PSBB di Jakarta, Ini Penjelasan Anies Baswedan
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Perpanjang Masa PSBB di Jakarta, Ini Penjelasan Anies Baswedan
6
Dana Haji adalah Amanah Umat, PKS Minta Jangan Disalahgunakan
Politik
24 jam yang lalu
Dana Haji adalah Amanah Umat, PKS Minta Jangan Disalahgunakan
Home  /  Berita  /  Politik

Agar Terus Produktif dalan Diseminasi Informasi Covid-19, DPR Desak Pemerintah Bantu Insan Pers

Agar Terus Produktif dalan Diseminasi Informasi Covid-19, DPR Desak Pemerintah Bantu Insan Pers
Minggu, 17 Mei 2020 17:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi I DRR RI Sukamta menyatakan pemerintah harus memberikan perhatian dan membantu usaha pers yang juga ikut terdampak pandemi agar mampu bertahan dan terus produktif dalam membantu pemerintah melakukan diseminasi informasi COVID-19 kepada masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Sukamta melalui pesan tertulis Minggu (17/5/2020).

"Pers ini punya peran penting dalam pandemi COVID-19 mulai dari diseminasi informasi, edukasi kepada masyarakat hingga perang melawan hoax. Tanpa bantuan pers, berbagai informasi pemerintah tidak akan sampai ke masyarakat luas. Maka dari itu pemerintah harus membantu usaha pers yang terdiri dari perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita. Sebagian usaha pers ini sebelum pandemi datang ada sudah kesulitan karena adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi informasi lewat media elektronik. Saat pandemi datang, kondisi semakin berat." jelas Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.

Skema pemerintah untuk membantuk UMKM dan dunia usaha kata Sukamta, juga perlu lakukan langkah yang sama kepada usaha pers. Pemerintah bisa berikan relaksasi pajak hingga mengajak usaha pers dalam kerjasama penyampaian informasi mengenai program, aktivitas dan hal lain terkait Covid-19.

"Tentunya Segala hal bantuan terhadap pers harus tetap memperhatikan asas ketaatan hukum dan kepatutan masyarakat," tandasnya.

Namun demikian Sukamta mengingatkan, bantuan pemerintah terhadap usaha pers jangan sampai membuat pers menjadi tumpul, hilang daya kritis terhadap pemerintah.

Dalam kondisi krisis akibat pandemi seperti ini menurut Sukamta peluang penyimpangan dari sisi kebijakan dan anggaran semakin besar akibat diskresi aturan yang dapat memicu moral hazard penyelenggara negara, maka disini pers punya peran penting menjadi saluran masyarakat untuk ikut mengkritisi kebijakan yang menyimpang. Mengingat pers sebagai pilar keempat dari demokrasi harus bisa menjaga independensi dengan pemerintah dengan tetap mengedepankan kode etik jurnalistik.

"Kita tahu selama masa pandemi COVID-19 pers telah banyak berperan dalam membangun kesadaran publik untuk melakukan physical dan social distancing. Namun demikian terkadang pers hanya menyambungkan suara dari pemerintah tanpa memberikan pembanding yang kuat. Khususnya konten media straight news yang mungkin lebih banyak digemari masyarakat dan itu menguntungkan bagi media. Tentu akan kita harap pers juga menyajikan konten-konten berita yang mengupas secara mendalam sehingga punya nilai edukasi yang bermanfaat ke publik," pungkasnya.***


wwwwww