Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
10 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
12 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Basket

Bom Meledak dalam Masjid Saat Jamaah Bersiap Shalat Isya, Ulama Terkemuka Jadi Korban

Bom Meledak dalam Masjid Saat Jamaah Bersiap Shalat Isya, Ulama Terkemuka Jadi Korban
Ilustrasi kerusakan akibat ledakan bom dalam masjid. (tribunnews)
Rabu, 03 Juni 2020 08:12 WIB
KABUL - Dua orang wafat dan dua lainnya terluka, setelah sebuah meledak dalam sebuah masjid di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, Selasa (2/6).

Dikutip dari Republika.co.id, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian, mengatakan bom itu meledak dalam Masjid Wazir Akber Khan sekitar pukul 19.25. Saat itu para jamaah berkumpul untuk melakukan shalat Isya. 

Mullah Mohammad Ayaz Niazi salah satu dari dua orang yang meninggal dalam serangan bom itu. Dia terluka parah akibat ledakan itu dan menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit. 

Niazi adalah seorang ulama terkemuka yang aktif sebagai pemimpin shalat Jumat di masjid. Dia juga seorang guru besar di Universitas Kabul di Departemen Hukum Islam.

Masjid ini terletak di area diplomatik keamanan tinggi di dekat kantor beberapa organisasi internasional dan kedutaan besar. Hingga saat ini, tidak ada klaim bertanggung jawab atas serangan itu.  

Tapi, ISIS telah aktif di Kabul dalam beberapa pekan terakhir dan di masa lalu melakukan serangan di dalam masjid di Afghanistan. Sedangkan milisi Taliban tidak pernah melakukan serangan di dalam masjid.  

Juru bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Sediq Sediqqi, mengatakan pemerintah sangat mengutuk serangan itu.

''Mengungkapkan kebrutalan dan tidak manusiawi dari mereka yang dengan sengaja melakukan kekerasan terhadap Ulama kita dan orang-orang yang tidak bersalah,'' ujarnya. 

Serangan terhadap jamaah telah meningkat di Afghanistan. Bulan lalu, sejumlah penyerang tidak dikenal menyerbu sebuah masjid di Provinsi Parwan utara, menewaskan 11 orang dan melukai beberapa lainnya.  

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom pinggir jalan terhadap sebuah bus milik stasiun TV lokal di Kabul. Peristiwa ini menewaskan dua karyawan stasiun tersebut.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Olympic, Basket
wwwwww