Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kata Hetifah tentang PJJ 'Hybrid'
DPR RI
20 jam yang lalu
Kata Hetifah tentang PJJ Hybrid
2
Lukman Edy: Erick Thohir Membangun Sinergi BUMN dengan TNI-Polri
Ekonomi
23 jam yang lalu
Lukman Edy: Erick Thohir Membangun Sinergi BUMN dengan TNI-Polri
3
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
10 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
4
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
1 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
5
Ety Toyib Lolos dari Hukuman Mati, Kepala BP2MI: Ini Berkat Kerja Kolaboratif Pemerintah dan Ormas Islam
Ekonomi
24 jam yang lalu
Ety Toyib Lolos dari Hukuman Mati, Kepala BP2MI: Ini Berkat Kerja Kolaboratif Pemerintah dan Ormas Islam
6
Kasus PMI Lolos dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Satu Nyawa Sangat Berharga
Politik
24 jam yang lalu
Kasus PMI Lolos dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Satu Nyawa Sangat Berharga
Home  /  Berita  /  Umum

Saksikan Gerhana Bulan Strawberry Dini Hari Nanti, Berlangsung 3 Jam 18 Menit

Saksikan Gerhana Bulan Strawberry Dini Hari Nanti, Berlangsung 3 Jam 18 Menit
Gerhana bulan strawberry. (kompas.com)
Jum'at, 05 Juni 2020 17:23 WIB
JAKARTA - Sabtu (6/6/2020) dini hari nanti, mulai pukul 00.45 hingga 04.04 WIB, terjadi gerhana bulan penumbra. Gerhana yang puncaknya pada 02.24 WIB ini, bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com yang melansir laman resmi Edukasi Sains Lapan, gerhana bulan penumbra yang terjadi Sabtu dini hari besok berlangsung selama 3 jam 18 menit.

Gerhana bulan tersebut disebut pula dengan Strawberry Moon Eclipse atau gerhana bulan strawberry.

Gerhana bulan ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Kenapa Disebut Strawberry Moon?

Melansir dari Forbes, Kamis (4/6/2020), istilah Strawberry Moon hanya merujuk ke bulan purnama yang terjadi pada bulan Juni.

Strawberry Moon Eclipse mengacu pada fakta bahwa bulan purnama ini akan masuk ke bayangan luar Bumi di ruang angkasa.

Di mana di wilayah Asia, Afrika dan Australia, saat Gerhana Bulan Strawberry 57 persen bulan akan tertutup oleh bayangan penumbra Bumi selama gerhana terjadi.

Namun saat Gerhana Bulan Strawberry terjadi, sebetulnya hanya akan terlihat seperti bulan purnama pada umumnya sehingga tak akan banyak yang sadar bahwa itu sedang gerhana.

Tradisi di Barat

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Emanuel Sungging menerangkan istilah Strawberry Moon tersebut berkaitan dengan tradisi yang ada di barat.

''Istilah strawberry itu hanya istilah yang diberikan oleh petani di negara barat. Bukan istilah ilmiah, tapi terkait dengan tradisi tanam di sana,'' ujar Sungging saat dihubungi Kompas.com Jumat (5/6/2020).

Sementara itu, melansir dari laman Inverse, saat terjadi ''Strawbery Moon'' yang merupakan bulan purnama yang jatuh di bulan Juni, menjadi saat bagi panen buah di Amerika Utara.

Strawberry Moon juga memiliki nama-nama lain. Di Eropa, bulan purnama ini memiliki nama Bulan Mead atau Bulan Madu.

Mead adalah minuman yang dibuat dengan memfermentasi madu yang kemudian dicampur dengan air, buah, rempah dan biji-bijian.

Beberapa tulisan menyebut waktu sekitar akhir Juni menjadi waktu untuk memanen madu yang paling manis.

Selain itu, kata Bulan Madu yang setidaknya sudah ada sejak tahun 1500 di Eropa.

Penyebutan Bulan Madu diperkirakan juga berkaitan dengan bulan purnama ini. Hal ini karena kebiasaan mereka, menikah di bulan Juni yang merupakan saat Bulan Madu merupakan saat bulan terindah.

Bulan Strawberry memiliki pula sebutan Mawar Bulan yang dikaitkan dengan mekarnya mawar pada akhir Juni.

Tradisi penamaan bulan purnama yang disesuaikan dengan musimnya sudah menjadi tradisi bagi banyak suku.

Suku asli Amerika juga memiliki penamaan lain saat-saat terjadinya bulan purnama di antaranya adalah Bulan Serigala, Bulan Panen, dan Bulan Darah.

Apa Itu Gerhana Bulan Penumbra?

Laman resmi Lapan menjelaskan, gerhana bulan merupakan peristiwa di mana matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus saat bulan memasuki sebagian maupun seluruh bayangan bumi.

Sedangkan, saat gerhana bulan penumbra maka bulan memasuki bayangan semu (penumbra) bumi.

Gerhana bulan penumbra jika dilihat dengan mata telanjang tak menunjukkan perbedaan kentara dengan antara itu gerhana atau purnama biasa.

Namun saat diabadikan dalam bentuk citra foto maka akan terlihat perbedaannya, di mana saat gerhana bulan penumbra terjadi, piringan bulan tampak lebih redup dibanding saat bulan purnama biasa.

Bagi yang terbiasa mengamati purnama setiap bulannya, tentu akan merasakan perbedaan kecerahan antara gerhana bulan penumbra dengan purnama biasa.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Umum

wwwwww