Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
10 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Sosialisasikan Gerakan Olimpiade di Tengah Pandemi Covid-19

Sosialisasikan Gerakan Olimpiade di Tengah Pandemi Covid-19
Senin, 15 Juni 2020 21:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Meski pandemi Covid 19 melanda dunia dan Indonesia, gerakan masyarakat olahraga Indonesia tidak terhenti. Hal ini terlihat dengan adanya sosialisasi Gerakan Olimpiade yang digelar Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) bersama sejumlah pengurus cabang olahraga (PB/PP).

Sosialisasi ini diperlukan agar insan olahraga dunia, termasuk Indonesia, bisa tetap menjalankan aktivitas dengan optimal meski sedang dalam masa pandemi.

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan secara virtual pada Senin (15/6/2020) sore dan dihadiri di antaranya Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, Sekjen KONI Pusat, TB Ade Lukman, Hellen Sarita de Lima sebagai anggota Management of Sports Organisation (Memos).

Gerakan Olimpiade merupakan konsep yang dicanangkan Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk mengekspresikan makna di balik permainan saat pertandingan berlangsung, baik ketika Olimpiade musim dingin maupun panas.

Secara garis besar, Gerakan Olimpiade ini adalah aksi bersama, terorganisir, universal, dan permanen di bawah otoritas tertinggi IOC yang terinspirasi oleh nilai-nilai Olympism.

"Tujuannya adalah berkontribusi dalam membangun dunia yang lebih baik serta memberikan edukasi kepada kaum muda melalui olahraga," ujar Hellen Sarita de Lima yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP InaTeq).

"Kontribusi melalui olahraga itu dilakukan tanpa diskriminasi dalam bentuk apa pun, dan dalam semangat Olimpiade yang membutuhkan saling pengertian, dengan semangat persahabatan, solidaritas, dan adil."

Dalam mengimplementasikan Gerakan Olimpiade, kata Hellen, ada tiga konstituen utama yaitu IOC, Federasi Olahraga Internasional (IF), dan NOC. Selain itu, Gerakan Olimpiade juga mencakup panitia penyelenggara Olimpiade, asosiasi nasional, klub, dan orang-orang yang tergabung di IF dan NOC.

Gerakan Olimpiade sendiri berlandaskan Piagam Olimpiade (Olympic Charter) serta pengakuan dari IOC. Gerakan Olimpiade ini dinilai penting, terlebih lagi dalam masa pandemi Covid-19. Semua elemen olahraga diminta untuk menjunjung tinggi tiga nilai inti gerakan tersebut.

Ketiga nilai inti itu adalah keunggulan (excellent), rasa hormat (respect), dan persahabatan (friendship). Dari nilai inti keunggulan, semua insan olahraga diminta untuk menjaga diri agar tetap sehat, aktif, dan teguh.

Kemudian dari sisi rasa hormat atau respect, pelaku olahraga diwajibkan untuk mematuhi semua aturan pencegahan penularan Covid-19, menjalankan protokol kesehatan, dan social distancing. Adapun dari sisi persahabatan (friendship), jalinan persahabatan antar atlet, pelatih, dan wasit tetap terjalin meski dalam situasi pandemi. ***

wwwwww