Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
15 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
15 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
16 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
17 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
8 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Home  /  Berita  /  Basket

Diserang Milisi, Tentara Indonesia Gugur di Kongo

Diserang Milisi, Tentara Indonesia Gugur di Kongo
Tentara Indonesia bercengkrama dengan anak-anak Kongo. (inews.id)
Selasa, 23 Juni 2020 21:02 WIB
BENI - Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai personel pasukan perdamaian di Kongo, gugur setelah diserang pasukan milisi, Senin (22/6/2020) malam waktu setempat.

Dikutip dari Inews.id yang melansir AFP, Selasa (23/6/2020) malam WIB, serangan mematikan tersebut diarahkan kepada patroli pasukan perdamaian PBB sekitar 20 kilometer dari kota Beni, Provinsi Kivu Utara, Sy Koumbo.

Saat penyerangan, pasukan perdamaian PBB diketahui tengah terlibat dalam proyek pembangunan sebuah jembatan di wilayah Hululu.

Tentara Indonesia yang gugur akibat serangan tersebut diketahui dari atribut yang dikenakan. Akan tetapi belum diketahui dengan pasti identitas tentara Indonesia yang meninggal dunia maupun luka-luka akibat serangan tersebut.

''Helm biru (tentara Indonesia) tewas dan yang terluka,'' kata seorang petugas komunikasi pasukan penjaga perdamaian MONUSCO.

Kepala Pasukan Perdamaian MONUSCO, Leila Zerrougui, mengutuk serangan mematikan tersebut. Dia menduga milisi ADF--kelompok bersenjata terkenal di timur Republik Demokratik Kongo--sebagai pihak bertanggung jawab.

ADF merupakan milisi beranggotakan Muslim yang mayoritas berasal dari Uganda. Milisi ini terbentuk pada 1990 sebagai bentuk perlawanan kepada Presiden Yoweri Museveni. Pada 1995, milisi ADF memindahkan basis operasi mereka ke Kongo.

Dari data PBB, ADF bertanggung jawab atas tewasnya lebih dari 500 orang di Uganda dan Kongo. Pada 2017, milisi bersenjata tersebut melakukan penyerangan pada tentara PBB di dekat basis pertahanan mereka di Uganda yang menewaskan 15 tentara, serta tujuh tentara perdamaian juga tewas dalam serangan serupa pada Desember 2018.***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Olympic, Basket
wwwwww