Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
17 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
3 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
3 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
4 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
3 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Kesehatan
4 jam yang lalu
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Home  /  Berita  /  Pendidikan

Banyak Kendala UTBK, PKS Minta Siapkan Opsi bagi Peserta

Banyak Kendala UTBK, PKS Minta Siapkan Opsi bagi Peserta
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih. (Istimewa)
Rabu, 24 Juni 2020 14:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih meminta pihak-pihak terkait penyelenggara tes Ujian Tulis Berbasis Komputer atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) untuk menyiapkan opsi lain bagi peserta, terkait problematika yang muncul.

"Ada kekhawatiran kerumunan massa di lokasi, belum dapat izin dari gugus tugas, hingga resiko tidak lolos sebelum ikut tes," kata Abdul Fikri Faqih, Rabu (24/6/2020).

Pelaksanaan UTBK di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di tanah air kata Dia, menyebabkan beberapa penyesuaian sesuai protokol kesehatan. Kondisi pandemi belum menunjukkan tanda-tanda membaik, bahkan di kota-kota besar tempat pelaksanaan UTBK masih masuk kategori merah.

Panitia, lanjut Fikri perlu mengantisipasi kerumunan calon peserta ujian menjelang pelaksanaannya dan kemungkinan ditunda atau dibatalkan apabila gugus tugas Covid-19 setempat tidak mengeluarkan izin.

"Ada ribuan peserta dalam satu waktu yang terakumulasi di satu titik, karena hanya ada 74 lokasi PTN," kata politis PKS ini mengutip keterangan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam dalam rapat kerja Bersama Komisi X DPR.

Menurutnya, ada 24 lokasi belum mendapatkan izin gugus tugas Covid-19 daerah. "Apakah ada opsi pengunduran atau lainnya, harus diberikan penjelasan kepada peserta," tandansya.

Selain itu kata Dia, peserta beresiko akan gagal duluan sebelum ikut tes, karena ada pengetatan protokol kesehatan. "Bila suhunya diatas 37 derajat bakal tidak boleh masuk ikut tes, padahal belum tentu dia tidak mampu untuk lolos, bagaimana opsinya untuk peserta yang ini? Harusnya tetap diberi kesempatan," usulnya.

Fikri mengaku mendapatkan masukan dari beberapa perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah sebagai pelaksana UTBK. "Kerumunan peserta akan sulit dihindari, apabila ada opsi tes lainnya, misal dengan portofolio sebagaimana parameter SNMPTN," kata dia mengutip usulan itu.

Portofolio kata Dia,merupakan salah satu parameter penilaian dalam saringan masuk perguruan tinggi negeri (SMPTN), berupa bukti dokumen penghargaan atau prestasi akademik.

Usulan lain adalah memperbanyak titik pelaksanaan UTBK, misalnya di 514 kabupaten/kota. "Sehingga jumlah peserta makin sedikit," ujarnya.

Kampus lain, seperti Universitas Indonesia akan menggelar tes seleksi masuk mandiri via daring. "Idealnya memang UTBK dilakukan secara daring dalam kondisi pandemi, tetapi apakah memungkinkan persiapannya dengan waktu yang mepet, kecuali diundur lagi," imbuh Fikri.

Atau Universitas Padjajaran yang sudah mengantisipasi apabila UTBK tidak menjaring banyak peserta lolos, maka untuk mengisi kuota mahasiswa, akan dimaksimalkan dalam seleksi mandiri.

"Seleksi mandiri di tiap kampus memang menjadi opsi bagi calon mahasiswa selain UTBK, tapi berarti biaya lagi," ujar Fikri.

Untuk itu, Fikri meminta kepada Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) agar peserta UTBK yang gagal ikut tes karena hal-hal teknis di atas, dan bukan karena gagal setelah ujian, mendapatkan pengembalian biaya.

"Dikembalikan 100 persen atau difasilitasi ikut ujian seleksi mandiri di PTN secara gratis,".

Menurut rilis yang dikeluarkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), hingga batas akhir pendaftaran, telah terdaftar 702.927 peserta UTBK-SMBPTN yang akan mengikuti pelaksanaan tes pada 5-12 juli mendatang di 74 lokasi PTN.***


wwwwww