Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Kriminal

Harmusa Kritisi Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021

Harmusa Kritisi Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021
Suasana Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dengan Bapennas di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta. (Foto: Zul/GoNews.co)
Senin, 29 Juni 2020 15:57 WIB
JAKARTA - Anggota Banggar DPR RI, Harmusa Oktaviani menilai, pemerintah harus memikirkan kembali rezim pembangunan ekonomi yang berkeadilan termasuk juga pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Hal itu disampaikan Harmusa dalam Rapat Panja RKP dan Perioritas Anggaran RAPBN tahun 2021 yang berlangsung di Kompleks DPR RI, Senayan, Senin (29/6/2020).

Pandangan Harmusa tersebut, sebagai respons atas program prioritas nasional nomor ke-2 yang disampaikan pemerintah. Program tersebut, menurut Harmusa, menjelaskan bahwa peningkatan infrastruktur akan meningkatkan kesejahteraan. Padahal, kata dia, "kita tahu sekarang ini pemerintah sedang dihadapkan krisis Covid-19 yang menyebabkan hutang pemerintah naik pesat,".

Dalam tanggapannya terkait dengan hal tersebut, Harmusa juga menyoroti persoalan bantuan sosial (Bansos) di masa pandemi yang Ia sebut 'kurang tepat sasaran'. Sebabnya, data penerima bantuan yang tidak valid.

"Banyak masyarakat yang menerima bantuan lebih dari satu, dan banyak yang tidak menerima sala sekali," kata Harmusa.

Oleh karenanya, anggota komisi VIII DPR RI itu meminta agar Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Daerah, untuk bersama-sama berkoordinasi dan memvalidasi data.

Selain mengkritisi Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021 terkait pembangunan konstruksi dan Bansos, Harmusa juga mengkritisi RKP 2021 bidang Pendidikan. Ia berharap, ada kajian ulang terkait penerapan syarat batas umur dan zonasi bagi calon peserta didik baru.

RKP bidang Pendidikan tahun 2021, juga diharap mengkamodir kesejahteraan nasib para guru honorer dan guru di sekolah-sekokah di bawah naungan Kemenag RI.

Terakhir, Harmusa mengkritisi program prioritas yang ke-5 terkait penguatan infrastruktur untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pelayanan dasar.

"Saya tidak melihat high light kegiatan yang langsung menyentuh pekerja miskin, rentan dan informal yang menjadi sektor paling terdampak karena diberlakukannya PSBB oleh pemerintah," kata Harmusa.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Voli
wwwwww