Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
15 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
10 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
9 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Voli

Pengamat: Mau Ganti Menteri 3x Sehari Gak Ngaruh, Akar Masalahnya di Pucuk Pimpinan

Pengamat: Mau Ganti Menteri 3x Sehari Gak Ngaruh, Akar Masalahnya di Pucuk Pimpinan
Ilustrasi. (Net)
Senin, 29 Juni 2020 16:22 WIB
JAKARTA - Wacana Jokowi melakukan reshuffle para menterinya dikomentari oleh pengamat politik Abdurrahman Syehbubakar. Ia menilai permasalahan bangsa Indonesia saat ini ada di puncak pimpinan negara, bukan pada kabinet.

Walaupun menteri diganti, dinilai tidak akan berpengaruh terhadap kinerja pemerintah.

"Mau ganti menteri 3 x sehari tidak berpengaruh pada kinerja rezim karena bukan akar masalahnya. Akar masalahnya adalah pucuk pimpinan," tulis Abdurrahman Syehbubakar di akun Facebook-nya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memperlihatkan sikap marah terhadap para menteri di rapat internal kabinet.

"Sekali lagi, langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah ke pemerintahan. Akan saya buka. Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," kata Jokowi seperti arahannya kepada Kabinet Indonesia Maju dalam rapat terbatas 18 Juni 2020 lalu, sebagaimana ditayangkan channel YouTube Setpres pada Minggu (28/6/2020).

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah," kata Jokowi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww