Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terlalu Riskan PB Perpani Tetap Ngotot Singkirkan Tiga Pemanah Elit
Olahraga
23 jam yang lalu
Terlalu Riskan PB Perpani Tetap Ngotot Singkirkan Tiga Pemanah Elit
2
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
Politik
11 jam yang lalu
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
3
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
DPR RI
6 jam yang lalu
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
4
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
24 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
5
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Peristiwa
24 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
6
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Peristiwa
23 jam yang lalu
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Merasa Ditantang Mentan, DPR Tolak Produksi Kalung Anti Corona Pakai Dana APBN

Merasa Ditantang Mentan, DPR Tolak Produksi Kalung Anti Corona Pakai Dana APBN
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat meminta restu Komisi IV DPR RI. (Istimewa)
Rabu, 08 Juli 2020 15:10 WIB
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta restu Komisi IV DPR RI soal produksi massal kalung anti corona sebagai program kementan dalam penyerapan anggaran Covid-19.

Dalam pernyataannya, SYL memberikan opsi kepada Komisi IV perihal kalung corona, jika disetujui parlemen dia akan langsung memproduksi massal.

Atau jika tidak, maka secara otomatis program tersebut dihentikan dan Kementan harus memutar otak kembali guna melakukan penyerapan anggaran Covid-19.

Hal itu menyiratkan SYL seakan tengah menantang Komisi IV perihal produksi kalung anti corona.

Hal tersebut dirasakan Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat ditanya SYL dalam rapat kerja bersama Kementan, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).

"Tadi, Pak Menteri seakan menantang saya, lanjutkan atau tidak. Selama tidak pakai APBN yang tidak jelas, silahkan. Tapi, kalau pakai uang APBN tidak mau saya setuju," ujar Sudin.

"Kalau gagal yang kena siapa? bapak menteri dan saya," tegas politisi PDIP ini.

Sudin pun memberikan opsi kepada Mentan SYL untuk dapat bekerjasama dengan pihak swasta dalam memproduksi kalung corona tersebut.

Namun, dia mewanti-wanti agar tidak menyentuh APBN dalam program kalung corona tersebut. "Kalau mau kerjasama dengan swasta silahkan monggo, yang penting tidak mengganggu kinerja Litbang. Litbang itu udah harus bagaimana produksi bibit dan benih yang baik cari inovasi terbaru," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww