Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terlalu Riskan PB Perpani Tetap Ngotot Singkirkan Tiga Pemanah Elit
Olahraga
22 jam yang lalu
Terlalu Riskan PB Perpani Tetap Ngotot Singkirkan Tiga Pemanah Elit
2
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
Politik
10 jam yang lalu
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
3
Hetifah Harap Arahan Presiden Diterjemahkan dalam Program-program Nyata
DPR RI
23 jam yang lalu
Hetifah Harap Arahan Presiden Diterjemahkan dalam Program-program Nyata
4
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
DPR RI
5 jam yang lalu
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
5
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
23 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
6
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Peristiwa
23 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Home  /  Berita  /  Hukum

Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi

Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Ilustrasi. (Net)
Rabu, 08 Juli 2020 16:43 WIB
SURABAYA - Hubungan ranjang menjadi salah satu kunci penting membina keharmonisan rumah tangga. Jika masalah ranjang tak beres, bisa-bisa upaya pasangan suami istri membangun keluarga berantakan.

Itulah yang terjadi pada rumah tangga Mukidi dan Karin, bukan nama sebenarnya yang kini sedang dalam proses cerai. Penyebabnya adalah masalah ranjang yang tak seimbang.

Sebenarnya Mukidi masih relatif muda. Usianya pun baru 30 tahun. Namun, dia tak lihai memuaskan Karin. Konon, wanita 27 tahun itu punya libido tinggi.

Dan dari situlah Karin mulai bermain api. Dia mencari kepuasan di luar rumah. Ternyata Karin punya selingkuhan. Sebut saja selingkuhan Karin itu dengan panggilan Paijo yang tak lain teman akrab Mukidi.

Terang saja Mukidi yang mengetahui perselingkuhan itu langsung meradang.

"Rasane mangkel, koyok gak onok wedok liyo ae sampek bojone konco dewe disikat (Rasanga jengkel, seperti tidak ada wanita lain saja sampai istri teman sendiri disikat, red)," kata Mukidi.

Memang, Mukidi kurang 'strong' untuk urusan ranjang, sedangkan istrinya punya berahi yang meluap-luap. Selain itu, ukuran Anu Mukidi juga terlalu kecil sehingga sulit memuaskan Karin.

Masalahnya, Karin tak pernah mendiskusikan soal itu, tetapi justru mencari pelarian. Mukidi pun mulai mencium gelagat tak beres soal istrinya. Pernah, Karin pamit mau keluar rumah. Mukidi lantas menawarkan diri untuk mengantar Karin.

Alih-alih menerima tawaran Mukidi, Karin justru menolaknya. Karin memilih naik ojek daring alias online (ojol).

Namun, Mukidi tak kekurangan akal. Dia langsung membuntuti Karin. Ternyata Karin pergi ke sebuah kafe. Di kafe itu pula sudah ada Paijo. "Saya pikir, oalah ke kafe. Paling cuma ngopi sama teman-temannya. Lha pas keluar kafe kok gandengan sama Paijo," ujar Mukidi.

Mengetahui itu, Mukidi setengah jengkel. Namun, ia memilih menahan diri agar tahu ke mana Karin dan Paijo pergi. Mukidi pun makin syok ketika melihat Karin dan Paijo menyeberang jalan menuju hotel di depan kafe tempat mereka bertemu. Tanpa pikir panjang, Mukidi langsung menuju hotel Karin dan Paijo check in.

Secara diam-diam Mukidi masuk ke hotel. Namun, dia meminta bantuan petugas hotel agar memudahkannya memperoleh akses masuk. "Ya mengaku saja itu tadi adalah istri saya. Terus saya tanya nama yang menginap. Ternyata juga atas nama istriku. Ya sudah, saya buka kamar itu, gerebek langsung di depan mata," terang Mukidi.

Saat pintu kamar hotel dibuka, di dalamnya ada Karin dan Paijo dalam keadaan setengah tak berbusana. Mukidi pun langsung menyeret istrinya pulang. "Pas di rumah ya begitu, katanya punya saya kecil. Mereka berdua juga sebelumnya sudah janjian dulu,” pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:JPNN.com
Kategori:Peristiwa, Hukum, Jawa Timur

wwwwww