Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
DPR RI
9 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
2
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
DPD RI
10 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
3
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
8 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
4
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Nasional
6 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
5
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
MPR RI
8 jam yang lalu
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
6
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
DPR RI
8 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
Home  /  Berita  /  MPR RI

Survei Indikator: Masyarakat Lebih Percaya MPR Ketimbang DPR RI

Survei Indikator: Masyarakat Lebih Percaya MPR Ketimbang DPR RI
Rabu, 22 Juli 2020 09:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Lembaga Survei Indikator Politik melakukan survei terkait kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dan lembaga negara dalam penanganan pandemi virus Corona (Covid-19).

Kepuasan publik terhadap Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang kini berganti nama menjadi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 mengalami kenaikan.

"Kepuasan terhadap Gugus tugas mengalami kenaikan," ungkap Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi saat menyampaikan hasil rilis melalui diskusi daring bertema 'Perubahan Opini Publik terhadap Covid-19: Dari Dimensi Kesehatan ke Dimensi Ekonomi', Selasa (21/7/2020).

Burhanudin melaporkan ada kenaikan kepuasan publik terhadap kinerja Satgas Covid-19 yang dipimpin oleh Doni Monardo. Berikut ini perbandingan kenaikan kepuasan tersebut:

Survei Mei 2020: Sangat Puas: 8,7% Cukup Puas: 55% Kurang Puas: 24% Tidak Puas Sama Sekali: 1,9% Tidak Tahu/Tidak Jawab: 10,4%

Survei Juli 2020: Sangat Puas: 2,2% Cukup Puas: 60,2% Kurang Puas: 25,2% Tidak Puas Sama Sekali: 3,0% Tidak Jawab/tidak tahu: 9,4%

Indikator juga melakukan survei kepuasan terhadap kepolisian dalam penanganan Corona. Ada kenaikan sedikit dibanding survei pada Mei 2020. Dalam survei terbaru, kepuasan publik kepada polisi dalam membantu pelaksanaan kebijakan penanganan pandemi Corona sebesar 82,6% (gabungan sangat puas dan cukup puas).

"Polisi sedikit ada kenaikan, secara umum tidak berbeda jauh. Penanganan oleh polisi relatif dinilai baik," sebut Burhanuddin.

Selain itu, publik diminta mengukur soal keamanan selama pandemi Corona yang dilakukan TNI dan Polri. Publik ditanya dengan pertanyaan: seberapa yakin ibu/bapak terhadap pihak TNI/Polri dalam menjaga keamanan selama masa pandemi Corona berlangsung?

Hasilnya adalah:

Polri Sangat Yakin: 9,3% Cukup Yakin: 74,8% Kurang Yakin 13,5% Tidak Yakin Sama Sekali: 0,3% Tidak Jawab/Tidak Jawab: 2,1%

TNI Sangat Yakin: 15,2% Cukup Yakin: 73,1% Kurang Yakin: 8,7% Tidak Yakin Sama Sekali: 0,2% Tidak Tahu/Tidak Jawab: 2,8%

"Polisi dalam menangani keamanan dianggap relatif baik. TNI juga relatif baik. TNI dan Polri kompak atau tidak, (jabawannya) relatif kompak," kata Burhanuddin.

Soal kekompakan TNI/Polri, 81,1% responden menganggap kedua institusi itu kompak dalam membantu penanganan pandemi Corona. Indikator juga mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap institusi. TNI menjadi lembaga yang paling dipercaya publik.

"Institusi yang paling dipercaya adalah TNI kemudian disusul Presiden. Polisi mengalami penurunan. Antara polisi dan KPK beda sedikit, polisi di atas KPK. Kinerja presiden secara umum, tidak berbeda dengan survei sebelumnya. Ada sedikit penurunan tapi tidak signifikan," terang Burhanuddin.

Hasil kepercayaan publik terhadap institusi yang ada di Indonesia ternyata MPR RI juga menempati posisi diatas dua lembaga yang ada di Senayan. Di mana MPR berada di posisi enam, disusul DPD RI dan terakhir adalah DPR RI.

TNI: 88% Presiden: 79,1% Polisi: 75,3% KPK: 74,7% Kejaksaan: 68,4% MPR: 63,2% DPD: 58,5% DPR: 57,6%

Survei dilakukan menggunakan wawancara melalui telepon kepada 1.200 responden pada 13-16 Juli dengan metode simple random sampling. Margin or error pada survei ini kurang-lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan sebesar 95%.***


wwwwww