Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
16 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
17 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
15 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
5
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
16 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
16 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  Hukum

Mantan Suami Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kasus Menikahi Anak di Bawah Umur

Mantan Suami Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kasus Menikahi Anak di Bawah Umur
Burhanuddin dan NS saat menjadi pengantin. (detikcom)
Selasa, 28 Juli 2020 00:54 WIB
JAKARTA - Baharuddin (44), terapis asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang menikahi bocah berusia 12, tahun, NS, di Pinrang, ditetapkan sebagai tersangka kasus menikahi anak di bawah umur.

''Setelah kita lakukan gelar perkara pada Jumat pekan lalu, kami tetapkan Baharuddin, yakni suami siri korban, menjadi tersangka. Namun saat ini sudah bukan lagi berstatus suami karena telah diceraikan,'' ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Praditya Negara, Senin (27/7/2020).

Baharuddin dijadikan tersangka karena saat diperiksa oleh penyidik, dia terbukti mengetahui NS berusia di bawah umur. Polisi menjerat Baharuddin dengan Pasal 288 KUHP tentang perkawinan di bawah umur.

''Kami di sini menerapkan pasal 288 KUHP, di mana yang bersangkutan mengetahui jika yang akan dinikahinya adalah anak di bawah umur, namun kami tetap berkoordinasi dengan ahli di mana dengan ahli inilah nanti kami akan mengajukan berkas ini ke jaksa penuntut umum,'' jelas Dharma.

Dharma menjelaskan Baharuddin tak ditahan dengan pertimbangan kondisi fisiknya yang difabel. Dharma juga menyebut Baharuddin bersikap koperatif selama proses penyelidikan.

''Pertimbangannya adalah tersangka merupakan difabel dan sangat kooperatif,'' tuturnya.

Untuk diketahui, pernikahan Baharuddin dan NS merupakan setting-an dari ayah tiri NS, Sappe. NS dinikahkan setelah diperkosa oleh Sappe.

Sappe menikahkan NS dengan Baharuddin untuk menutupi tindakan bejat dia. Terkait hal ini, polisi juga telah menetapkan Sappe sebagai tersangka terlebih dulu.

Pernikahan NS dengan Baharuddin diinvestigasi tim gabungan dari kepolisian dan P2TP2A Pinrang karena telah menyalahi UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang UU Perkawinan. UU yang diteken Presiden Jokowi pada 14 Oktober 2019 itu menyebut pasangan sebelum berusia 19 tahun tidak bisa menikah.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Hukum

wwwwww