Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
10 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
12 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Beladiri

Kebakaran Kejagung, Praktisi Hukum Peradi: Patut Diduga ada Konspirasi Menghilangkan Barbuk

Kebakaran Kejagung, Praktisi Hukum Peradi: Patut Diduga ada Konspirasi Menghilangkan Barbuk
Praktisi Hukum Peradi, Servasius Serbaya Manek. (Foto: Zul/GoNews.co)
Senin, 24 Agustus 2020 17:54 WIB

JAKARTA - Praktisi Hukum Peradi, Servasius Serbaya Manek, meminta Presiden Joko Widodo yang membawahi langsung Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera membentuk tim independen guna mengaudit perkara-perkara besar yang sedang ditangani Kejagung.

Kebakaran yang melalap Gedung Kejagung pada Sabtu (22/8/2020), menurut Manek, tak bisa dilihat semata-semata sebagai force majeure, meskipun betul bahwa kelemahan mitigasi bencana dari manajemen gedung perlu diperhatikan.K

"Kasus Jiwasraya, Kasus Djoko Tjandra, karena kasus Djoko Tjandra sendiri yang terkait dengan itu banyak. Dan kasus dugaan penggelapan pajak oleh korporasi tertentu," kata Manek kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Manek menegaskan, "patut diduga ada konspirasi menghilangkan barang bukti," dari kasus yang tengah berproses di Kejagung.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Metropolitan, Nasional, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww