Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Satu Poin SDGs Tambahan sebagai Terobosan KemendesPDTT
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Satu Poin SDGs Tambahan sebagai Terobosan KemendesPDTT
2
Wafat Usai Melahirkan, Makam Anis Dibongkar OTK, 2 Lembar Kain Kafan Hilang
Peristiwa
9 jam yang lalu
Wafat Usai Melahirkan, Makam Anis Dibongkar OTK, 2 Lembar Kain Kafan Hilang
3
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
Internasional
15 jam yang lalu
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
4
LaNyalla Terima Gelar Tetue Bebuyutan Rambang Kuang
DPD RI
14 jam yang lalu
LaNyalla Terima Gelar Tetue Bebuyutan Rambang Kuang
5
Menteri Agama Positif Covid-19, Begini Kondisinya Saat Ini
Kesehatan
12 jam yang lalu
Menteri Agama Positif Covid-19, Begini Kondisinya Saat Ini
6
Lima Jenazah WNI Ditemukan di Malaysia, Diduga Ini Penyebab Kematiannya
Internasional
16 jam yang lalu
Lima Jenazah WNI Ditemukan di Malaysia, Diduga Ini Penyebab Kematiannya
Home  /  Berita  /  Hukum

Kebakaran Kejagung, Praktisi Hukum Peradi: Patut Diduga ada Konspirasi Menghilangkan Barbuk

Kebakaran Kejagung, Praktisi Hukum Peradi: Patut Diduga ada Konspirasi Menghilangkan Barbuk
Praktisi Hukum Peradi, Servasius Serbaya Manek. (Foto: Zul/GoNews.co)
Senin, 24 Agustus 2020 17:54 WIB

JAKARTA - Praktisi Hukum Peradi, Servasius Serbaya Manek, meminta Presiden Joko Widodo yang membawahi langsung Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera membentuk tim independen guna mengaudit perkara-perkara besar yang sedang ditangani Kejagung.

Kebakaran yang melalap Gedung Kejagung pada Sabtu (22/8/2020), menurut Manek, tak bisa dilihat semata-semata sebagai force majeure, meskipun betul bahwa kelemahan mitigasi bencana dari manajemen gedung perlu diperhatikan.K

"Kasus Jiwasraya, Kasus Djoko Tjandra, karena kasus Djoko Tjandra sendiri yang terkait dengan itu banyak. Dan kasus dugaan penggelapan pajak oleh korporasi tertentu," kata Manek kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Manek menegaskan, "patut diduga ada konspirasi menghilangkan barang bukti," dari kasus yang tengah berproses di Kejagung.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Hukum, Politik, Nasional, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww