Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
14 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
14 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  SEA Games

Transfusi Plasma Darah Pasien Sembuh Diyakini Bisa Obati Pasien Covid-19

Transfusi Plasma Darah Pasien Sembuh Diyakini Bisa Obati Pasien Covid-19
Ilustrasi. (Gambar: Ist./reuters via france24.com)
Senin, 24 Agustus 2020 08:16 WIB

AMERIKA SERIKAT – Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat melirik penggunaan plasma darah dari pasien virus Corona/Covid-19 yang pulih sebagai pengobatan terhadap penyakit yang telah menewaskan lebih dari 176.000 orang di AS sejak pandemi berlangsung.

"Produk ini mungkin efektif dalam mengobati Covid-19, dan manfaat yang diketahui dan potensial dari produk tersebut lebih besar daripada risiko yang diketahui dan potensial dari produk tersebut," kata FDA dalam sebuah pernyataan, dikutip dari france24.com, Senin (24/8/2020). 

Spesialis Paru di Lenox Hill Hospital, Kota New York, Len Horovitz mengatakan, plasma kemungkinan akan bekerja jauh lebih baik setelah seseorang terpapar virus, ketika tubuh mencoba menetralkan infeksi. Masalahnya adalah pasokan plasma terbatas, yang berarti akan sulit mendapatkan jumlah plasma yang cukup untuk mengobati semua orang. 

Presiden AS, Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa terapi tersebut menunjukkan 'tingkat keberhasilan yang luar biasa' dan 'akan menyelamatkan banyak nyawa'.

The Washington Post menulis bahwa lebih dari 70.000 pasien virus di AS telah menerima transfusi semacam itu.

Di Indonesia, berdasarkan data pemerintah yang dipublikasikan laman covid19.go.id pada 23 Agustus 2020, total pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 107.500 orang, sementara jumlah pasien terkonfirmasi positif tercatat sebanyak 153.535 orang.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, SEA Games, Basket, Nasional
wwwwww