Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
Peristiwa
19 jam yang lalu
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
2
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
Politik
12 jam yang lalu
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
3
HNW: Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam Jangan Dipotong
MPR RI
20 jam yang lalu
HNW: Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Islam Jangan Dipotong
4
Hujan Deras Mengguyur, Atap Gedung KPK Roboh
Peristiwa
20 jam yang lalu
Hujan Deras Mengguyur, Atap Gedung KPK Roboh
5
Pendeta Tewas di Intan Jaya, Yan Mandenas Hubungi KSAD
DPR RI
11 jam yang lalu
Pendeta Tewas di Intan Jaya, Yan Mandenas Hubungi KSAD
6
Utamakan Nyawa Rakyat, DPD RI: Tunda Pilkada Serentak
Politik
20 jam yang lalu
Utamakan Nyawa Rakyat, DPD RI: Tunda Pilkada Serentak
Home  /  Berita  /  DPR RI

Menurut Toha, Kasus Jiwasraya bisa Melibatkan...

Menurut Toha, Kasus Jiwasraya bisa Melibatkan...
Ilustrasi Jiwasraya: Tangkapan layar.
Jum'at, 04 September 2020 18:03 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Mohamad Toha menyebut, kuat dugaan kasus Jiwasraya melibatkan banyak pihak lain di luar yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, maupun terdakwa.

"Pihak ini sangat mungkin tidak hanya di Jiwasraya dan OJK, mengingat besarnya aliran dana yang diselidiki PPATK hingga Rp100 triliun," kata Toha kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Sebelumnya, PPATK menyebut, sejumlah Rp100 triliun keluar-masuk Jiwasyara medio Januari 2008-Agustus 2020. Menurut Toha, walapun PPATK mengakui masih melakukan penyelidikan, besarnya aliran dana menunjukkan kompleksitas kasus Jiwasraya.

"Kompleks dan komplikasinya suatu kasus menunjukkan banyak pihak lain yang terlibat. Maka saya dukung upaya PPATK untuk menelusuri aliran uang, follow the money untuk menemukan pihak lainnya yang terlibat agar terbongkar siapa saja yang menikmati uang haram itu," kata Toha.

Toha pun meminta Kementerian BUMN untuk proaktif membantu proses penyelidikan kasus Jiwasraya dengan membuka akses baik kepada Kejaksaan Agung maupun PPATK untuk mengungkap secara kasat mata kasus tersebut.

Untuk sementara, Kejagung telah mengumumkan 14 tersangka baru dalam kasus Jiwasraya. Salah satu tersangka baru yang diumumkan Kejagung adalah Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berinisial FH, sedangkan 13 tersangka sisanya merupakan manajer investasi dari sejumlah perusahaan investasi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Hukum, Politik, Nasional, DPR RI, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww