Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

M Fathir dan Rizky Jadi Andalan di Kejuaraan Angkat Besi Dunia Junior Online 2020

M Fathir dan Rizky Jadi Andalan di Kejuaraan Angkat Besi Dunia Junior Online 2020
M Fathir saat merebut emas pada Kejuaraan Angkat Besi Asia Junior 2020
Sabtu, 05 September 2020 15:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Dua lifter junior, Muhammad Fathir dan Rizky Juniansyah menjadi andalan Indonesia pada Kejuaraan Angkat Besi Dunia Junior Online 2020 yang akan digelar 15-20 Nopember mendatang. Fathir yang berasal dari Kalimantan Timur akan turun di kelas 61kg sedangkan Juniansyah yang berasal dari Banten akan tampil di kelas 73kg.

"Sampai saat ini baru Fathir dan Rizky Juniansyah saja yang sudah pasti tampil di Kejuaraan Angkat Besi Dunia Junior Online," kata Pelatih Kepala Pelatnas Angkat Besi, Dirdja Wihardja yang dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (5/9/2020)..

Muhammad Faathir memang patut diandalkan. Pada Kejuaraan Angkat Besi Junior Asia 2020, remaja kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur, 21 Mei 2003 bukan hanya meraih meraih tiga medali emas tetapi juga memecahkan dua rekor dunia pada kejuaraan angkat besi junior Asia 2020. 

Faathir yang diproyeksikan bakal menggantikan Eko Yuli Irawan meraih ketiga emas dari angkatan Snatch 119kg, Clean and Jerk 153kg dan total angkatan 273kg. Sedangkan dua rekor dunia dibuat Faathir untuk angkatan Snatch yang tadinya 153kg menjadi 154kg dan total angkatan yang semula 272kg menjadi 273kg. 

Begitu juga dengan Rizky Juniansyah merupakan peraih 3 medali emas pada Kejuaraan Angkat Besi Junior Asia 2020. Dan, dia juga memecahkan rekor dunia. Pada kejuaran itu, remaja berusia 17 tahun mencatat total angkatan 307kg memecahkan rekor dunia remaja yang tadinya 306kg.

Menurut Dirdja, tidak tertutup kemungkinan PB PABSI akan menurunkan lifter junior lainnya yang berada di pelatnas maupun di daerah pada kejuaraan dunia online pertama tersebut. "Kita masih menunggu aturan pertandingan yang sedang digodok federasi angkat besi internasional (IWF). Kalau peraturan sudah selesai kita langsung buka kesempatan lifter dari daerah ikut dengan catatan mereka punya prestasi cukup bagus," tegasnya.

Ketika ditanyakan tempat yang disiapkan untuk penampilan lifter junior Indonesia, Dirdja menjawab,"Kita akan menyiapkan tempat di pelatnas Markas Marinir Jalan Kuwini Jakarta Pusat dengan segala fasilitas pendukungnya."

Berbicara masalah pelatnas Olimpiade, Dirdja mengatakan terus berjalan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. "Pelanas Olimpiade terus berjalan dan perkembangannya terus dipantau," ungkapnya.

Hingga saat ini, Indonesia baru meloloskan dua lifter yakni Eko Yuli Irawan (kels 61kg putra) dan Windy Cantika Aisah (kelas 49kg putri). Mereka menjalani pelatnas bersama empat lifter lainnya yakni Denny (kelas 67kg putra) peringkat 12 dunia, Rahmat Erwin Abdullah (73kg) peringkat 16 dunia, Nurul Akmal (kelas +87kg) peringkat 12 dunia, dan Triatno (kelas 73kg) peringkat 17 dunia.

"Kita masih punya peluang untuk meloloskan lifter ke Olimpiade Tokyo 2021. Ada kejuaraan dunia senior dan kejuaraan dunia junior yang jadi babak kualifikasi digelar dari Januari hingga April mndatang. Mudah-mudahan kita bisa menambah tiket ke Tokyo," ungkapnya. ***

wwwwww