Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
21 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
19 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
19 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
Olahraga
15 jam yang lalu
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
5
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
Politik
15 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, DPR Dorong Belanja Media dari Lembaga Pemerintah
6
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Bali United FC Waspadai Hari Nur
Home  /  Berita  /  Internasional

Amerika Memanas, Puluhan Orang Pengunjuk Rasa Ditangkap

Amerika Memanas, Puluhan Orang Pengunjuk Rasa Ditangkap
Foto: Ist./AP/Berger
Senin, 07 September 2020 07:03 WIB

OREGON – Unjuk rasa hari ke-100 kematian George Floyd di Ventura Park, Amerika Serikat pada Sabtu (5/9/2020) malam, berujung bentrok dan pembakaran. 50 orang ditangkap polisi di wilayah Portland, Oregon.

"Jelas bahwa massa bukanlah protes damai," kata polisi dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (7/9/2020).

Sebagai pengingat, George adalah warga kulit hitam yang tewas di tangan polisi pafa Mei lalu. Kematiannya menimbulkan demo anti diskriminasi pada warga kulit hitam di AS.

Kondisi sejumlah kota di negara bagian AS memang 'panas' sejak dua pekan lalu. Penembakan yang kembali dilakukan polisi ke warga kulit hitam bernama Jacob Blake di Kenosha, Wisconsin, memicu amarah.

Warga Kenosha yang melihat penembakan dari video turun ke jalan dan berdemo. Saat protes terjadi di hari ke-2, seorang remaja 17 tahun menembak dua orang hingga tewas dan melukai satu lainnya.

Demo berujung maut juga terjadi di Portland pekan lalu. Seorang pendukung kelompok sayap kanan ditembak dan dibunuh, kala bentrok massa pendukung Presiden AS Donald Trump dengan kelompok sayap kiri.

Sementara itu Jacob Blake yang telah sadar dari masa kritis memberi pengakuan kemarin. Dikutip dari Reuters, Ia mengabarkan kondisinya.

"Sungguh menyakitkan untuk bernapas, sakit untuk tidur, sakit untuk berpindah dari satu sisi ke sisi lain, menyakitkan untuk makan," katanya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Peristiwa, Politik, Internasional, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww