Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Basket

Amerika Memanas, Puluhan Orang Pengunjuk Rasa Ditangkap

Amerika Memanas, Puluhan Orang Pengunjuk Rasa Ditangkap
Foto: Ist./AP/Berger
Senin, 07 September 2020 07:03 WIB

OREGON – Unjuk rasa hari ke-100 kematian George Floyd di Ventura Park, Amerika Serikat pada Sabtu (5/9/2020) malam, berujung bentrok dan pembakaran. 50 orang ditangkap polisi di wilayah Portland, Oregon.

"Jelas bahwa massa bukanlah protes damai," kata polisi dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (7/9/2020).

Sebagai pengingat, George adalah warga kulit hitam yang tewas di tangan polisi pafa Mei lalu. Kematiannya menimbulkan demo anti diskriminasi pada warga kulit hitam di AS.

Kondisi sejumlah kota di negara bagian AS memang 'panas' sejak dua pekan lalu. Penembakan yang kembali dilakukan polisi ke warga kulit hitam bernama Jacob Blake di Kenosha, Wisconsin, memicu amarah.

Warga Kenosha yang melihat penembakan dari video turun ke jalan dan berdemo. Saat protes terjadi di hari ke-2, seorang remaja 17 tahun menembak dua orang hingga tewas dan melukai satu lainnya.

Demo berujung maut juga terjadi di Portland pekan lalu. Seorang pendukung kelompok sayap kanan ditembak dan dibunuh, kala bentrok massa pendukung Presiden AS Donald Trump dengan kelompok sayap kiri.

Sementara itu Jacob Blake yang telah sadar dari masa kritis memberi pengakuan kemarin. Dikutip dari Reuters, Ia mengabarkan kondisinya.

"Sungguh menyakitkan untuk bernapas, sakit untuk tidur, sakit untuk berpindah dari satu sisi ke sisi lain, menyakitkan untuk makan," katanya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Olympic, Metropolitan, Basket, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww