Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
20 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Nasional

Hadapi Tantangan Global, DPR Dukung Peningkatan Kapabilitas Intelejen Negara

Hadapi Tantangan Global, DPR Dukung Peningkatan Kapabilitas Intelejen Negara
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani. (Foto: Ist.)
Rabu, 09 September 2020 15:18 WIB

BOGOR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, mendukung upaya Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mencapai world class intelligence. Tantangan globalisasi budaya, informasi tidak terkendali/hoaks, degradasi nilai-nilai luhur agama dan budaya, dan ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara, adalah tantangan yang harus dihadapi dalam era kemajuan teknologi dan industri saat ini.

"Maka intelijen negara berperan dalam melakukan deteksi dini. Sehingga dapat menangkal segala ancaman terhadap keamanan nasional. Ancaman sosial, ekonomi, budaya, politik, dan militer, dari dalam maupun dari luar," kata Puan dalam acara Inagurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Plaza STIN, Bogor, Rabu (9/9/2020).

Negara, kata Puan, meletakkan harapan besar pada pundak BIN, kepada STIN, untuk melahirkan SDM intelijen Indonesia yang memiliki pengetahuan, kecerdasan, dan memiliki rasa pengabdian tinggi kepada bangsa dan Negara.

Karenanya, lanjut Puan, langkah STIN yang membuka program Magister dan Doktor, dalam kerangka pengembangan kurikulum pendidikan, peningkatan kompetensi atau skill, dan pembaruan berbagai fasilitas pendidikan STIN, sangat patut diapresiasi dan didukung.

Dalam inagurasi yang digelar bersamaan dengan Peresmian Patung Bung Karno itu, Puan mengajak para Taruna STIN dan segenap anggota BIN untuk mengenang pengabdian Bung Karno pada bangsa Indonesia.

"Mengingat dan kemudian dengan segenap daya mengikuti jalan pengabdiannya bagi bangsa, negara, dan rakyat Indonesia," kata Puan.

Puan menyampaikan, Bung Karno pernah menulis bahwa kebahagiaannya adalah mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, dan kepada bangsa. Menurut Bung Karno, kata Puan, tanpa jiwa pengabdian itu maka beliau bukan apa-apa.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Olympic, Umum, Nasional, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww