Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
12 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Sebelum Vaksin Tersedia, Setiap Warga Sebaiknya Patuhi Protokol Kesehatan

Sebelum Vaksin Tersedia, Setiap Warga Sebaiknya Patuhi Protokol Kesehatan
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Istimewa)
Kamis, 08 Oktober 2020 14:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
KEBUMEN - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan, sebelum vaksin medis tersedia, 'vaksin' terbaik menghentikan penyebaran virus Covid-19 adalah dengan cara setiap warga mematuhi protokol kesehatan. Antara lain memakai masker jika keluar rumah, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara berkala. Didukung pola hidup sehat dengan istirahat dan olahraga yang cukup.

"Presiden Joko Widodo pada Senin (5/10/20), telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang pengadaan dan pelaksanaan vaksin Covid-19. Memberikan kewenangan kepada Menteri Kesehatan untuk menetapkan besaran harga vaksin. Sekaligus mengatur pola vaksinasi, yang mencakup penetapan kriteria dan prioritas penerima vaksin, wilayah, jadwal, tahapan, dan standar pelayanan vaksinasi. Seluruhnya dikoordinir langsung oleh Kementerian Kesehatan," ujar Bamsoet saat kunjungan Reses, Temu Tokoh, dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Kebumen, Kamis (8/10/20).

Ketua DPR RI ke-20 ini mengungkapkan, pemerintah menargetkan vaksin Covid-19 tersedia pada awal tahun 2021. Vaksin yang dikembangkan antara lain Sinovac (kerjasama Bio Farma - Sinovav China, sedang menjalani uji klinis tahap ketiga di Bandung, Jawa Barat), SinoPharm (Kimia Farma - G42 Uni Emirat Arab, sedang menjalani uji coba klinis tahap ketiga di Uni Emirat Arab), dan Genexine-GX-19 (Kalbe Farma - Genixine Korea Selatan, masih melakukan uji klinis fase 1A dan 2A).

"Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan pengembangan vaksin 'Merah Putih' melalui kerjasama Bio Farma sebagai holding BUMN Farmasi yang membawahi Kimia Farma dan Indo Farma dengan Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Sehingga Indonesia bisa memproduksi sendiri vaksin sesuai strain virus Covid-19 yang berkembang di Indonesia," ungkap Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, kerjasama antara holding BUMN farmasi yang dipimpin Bio Farma dengan pihak swata juga diperlukan dalam menyukseskan program vaksinasi. Khususnya, dalam pengadaan cold chain equipment inventory sebagai tempat penyimpanan vaksin. Mengingat kebutuhan vaksinasi rakyat Indonesia bisa mencapai 325 juta dosis, sementara kapasitas penyimpanan vaksin yang bisa dipenuhi BUMN hanya sekitar 123 juta dosis.

"Kerjasama Bio Farma dengan lembaga farmasi dunia, maupun kerjasama dengan pihak swasta Indonesia menunjukan semangat gotongroyong menyelamatkan rakyat. Bangsa Indonesia patut bersyukur, ditengah perburuan berbagai negara untuk mendapatkan vaksin Covid-19, Indonesia menjadi salah satu negara yang bisa mendapatkan vaksin secara cepat," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, Presiden Joko Widodo juga sudah menyiapkan anggaran mencapai Rp 21,8 triliun untuk kebutuhan vaksin Covid-19. Terbagi dalam dua tahap, Rp 3,8 triliun untuk belanja tahun 2020 dan Rp 18 triliun untuk belanja tahun 2021.

"Pemerintah juga akan melibatkan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk proses kehalalan vaksin Covid-19. Sesuai arahan Wakil Presiden KH Maruf Amin dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), pelibatan ini tak akan menghambat proses vaksinasi. Masyarakat juga tak perlu mengkhawatirkan kehalalan vaksin Covid-19. Mengingat situasinya saat ini dalam kondisi darurat. Penyelamatan nyawa manusia menjadi prioritas yang tak bisa ditawar," pungkas Bamsoet.***

wwwwww