Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Djunaidy Abdillah Legenda Favorit Pilihan Sobat Garuda

Djunaidy Abdillah Legenda Favorit Pilihan Sobat Garuda
Selasa, 13 Oktober 2020 14:04 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Nama Djunaidy Abdillah keluar sebagai pemenang, legenda favorit pilihan Sobat Garuda dalam voting yang dilakukan oleh PSSI melalui akun resmi sosial media, Instagram.

Djunaidy mengumpulkan 40,4 % suara Sobat Garuda, mengungguli pesaing-pesaingnya, seperti Yudo Hadianto yang mengumpulkan 18,2 % suara, Tumsila 16,6 % suara, Max Timisela 13,4 % suara dan Oyong Liza yang memperoleh 11,4% suara.

Pemain legenda yang lahir di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 21 Februari 1948, kini berusia 72 tahun, adalah pemain sepak bola Indonesia yang berposisi sebagai gelandang, pernah bermain di klub-klub seperti Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya.

Djunaidy merupakan seorang gelandang tangguh dengan permainan elegan, serta merupakan salah satu talenta sepak bola pertama dari Lombok yang masuk jajaran penggawa Garuda.

Dirinya memulai karir dan menimba ilmu sepak bola di Diklat Salatiga bersama teman-teman seangkatannya, seperti Oyong Liza dan Sartono Anwar pada tahun 1965. Tahun 1967, PSSI melihat bakatnya dan memanggilnya masuk mengikuti pelatnas Timnas Junior yang akan mengikuti kejuaraan Piala Asia Junior.

Dalam kompetisi tersebut, Indonesia berhasil mencapai babak final dan berhadapan dengan Israel, kala itu yang masih bergabung di zona Asia. Namun sayang, pada partai final, Indonesia kalah melawan Israel dan harus puas dengan peringkat kedua.

Tahun 1968, keberhasilannya membawa Indonesia menjadi runner up di tingkat junior, membuat dirinya naik kelas ke timnas senior di tahun berikutnya. King’s Cup  di Bangkok, Thailand merupakan kejuaraan tingkat senior yang diikutinya dan berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Myanmar 1-0. Selanjutnya, karir Djunaidy bersama timnas semakin cemerlang dan ikut mempersembahkan banyak piala di tahun-tahun berikutnya.

Pengalaman menarik dijalaninya tahun 1975, pada saat mengikuti pelatnas jangka panjang, yang mana saat itu Indonesia dilatih oleh Wiel Coerver. Djunaidy mendapatkan banyak ilmu dari mentornya itu, sehingga kemampuan dalam mengolah bola meningkat pesat.

Selanjutnya, Djunaidy berkesempatan melawan tim-tim Eropa, seperti Ajax Amsterdam dan Manchester United. Penampilan Djunaidy di atas lapangan sangat impresif, sekaligus membuat Wiel Coerver terkesan. Pelatihnya itu pun menawarkan kesempatan baginya untuk bermain di klub Belanda ‘Go Ahead Eagles’. Saat itu, klub tersebut sedang merajai persepakbolaan Eropa. Namun karena beberapa isu yang terjadi di era tersebut, kepindahannya batal terealisasi.

Tak jadi bermain di Eropa, karirnya pun tetap cemerlang di klub domestik, pada era 1970-an, Djunaidy berhasil mengangkat piala Perserikatan bersama Persija dan Persebaya.

Setelah pensiun dari dunia sepak bola, kini Djunaidy bekerja di Pertamina. Namun hingga kini pun dia masih aktif mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia.

Dari kisah perjalanan hidupnya itu, selanjutnya, pemain favorit pilihan Sobat Garuda itu akan menjadi ikon bagi rangkaian kegiatan Sahabat Garuda ke depannya. Para pemenang dari polling akan mendapatkan merchandise spesial dari Garuda Store. ***

wwwwww