Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Carol Renwarin Meninggal Dunia, Hermensen Ballo: Saya Kehilangan Pelatih Sekaligus SahabatĀ 
Olahraga
15 jam yang lalu
Carol Renwarin Meninggal Dunia, Hermensen Ballo: Saya Kehilangan Pelatih Sekaligus SahabatĀ 
2
Mahkamah Kehormatan Majelis MPR RI segera Dibentuk
Nasional
9 jam yang lalu
Mahkamah Kehormatan Majelis MPR RI segera Dibentuk
3
Roda Citilink Tersangkut Layang-layang, Pesawat masih Layak Terbang
Peristiwa
11 jam yang lalu
Roda Citilink Tersangkut Layang-layang, Pesawat masih Layak Terbang
4
Polri: Gedung Kejagung Hangus Gegara Rokok dan Cairan Pembersih
Peristiwa
19 jam yang lalu
Polri: Gedung Kejagung Hangus Gegara Rokok dan Cairan Pembersih
5
Perwira Polisi yang Bawa 16 Kg Sabu Dipecat, Kapolda Riau: Dia Pengkhianat Bangsa
Riau
10 jam yang lalu
Perwira Polisi yang Bawa 16 Kg Sabu Dipecat, Kapolda Riau: Dia Pengkhianat Bangsa
6
Bos Penyedia Bahan Pembersih Juga Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung
Peristiwa
19 jam yang lalu
Bos Penyedia Bahan Pembersih Juga Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung
Home  /  Berita  /  Politik

Siang Ini, BEM SI Jabodetabek Akan Kembali Demo Tolak UU Cipta Kerja

Siang Ini, BEM SI Jabodetabek Akan Kembali Demo Tolak UU Cipta Kerja
Demo tolak omnimbus Law di Patung Kuda. (Istimewa)
Jum'at, 16 Oktober 2020 00:19 WIB
JAKARTA - Aliansi BEM Seluruh Indonesia akan kembali menggelar aksi penolakan UU Cipta Kerja siang nanti. Aksi direncanakan akan dilakukan di depan Istana pada pukul 13.00 WIB.

"Aliansi BEM Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek Banten menyatakan akan kembali turun aksi menyuarakan pencabutan atas UU Cipta Kerja dan kembali menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan wakil rakyat," ujar Koordinator Wilayah BEM SeJabodetabek-Banten Aliansi BEM seluruh Indonesia Bagas Maropindra, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2020).

Bagas menyebut, aksi ini merupakan aksi damai. Serta terlepas dari seluruh tindakan anarkis.

"Aksi ini merupakan aksi damai dan lepas dari semua tindakan anarkis, sebagai perwujudan gerakan intelektual dan moral mahasiswa Indonesia," kata Bagas.

Disebutkan, nantinya terdapat empat tuntutan yang akan disuarakan. Keempat tuntutan tersebut yaitu, mendesak Presiden untuk mengeluarkan PERPPU demi mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan pada Senin, 5 Oktober 2020.

Mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat atas penolakan terhadap UU Cipta Kerja, mengecam berbagai tindakan represif Aparatur negara terhadap seluruh massa aksi. Serta mengajak Mahasiswa Seluruh Indonesia bersatu untuk terus menyampaikan penolakan atas UU Cipta Kerja hingga UU Cipta Kerja dicabut dan dibatalkan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta
wwwwww