Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti

Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
Robert Alberts. (foto: persib.co.id)
Sabtu, 31 Oktober 2020 12:07 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Komentar pelatih Persib Bandung, Robert Rene Albert yang menyebut PSSI dihuni orang-orang rakus berbuntut panjang. Komite Yudisial PSSI langsung bereaksi terhadap komentar pelatih asal Belanda tersebut.

Hal tersebut termuat di media online seperrti Football5star serta Republik Bobotoh pada Jumat, 30 Oktober 2020. Selain menyebut rakus, Robert juga menyebut orang PSSI hanya memikirkan kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari sepak bola Indonesia.

Ketua Komite Disiplin (Komdis), Erwin TPL Tobing mengatakan Komdis PSSI akan mempelajari terkait komentar Robert Rene Albert.

"Komentar Robert Rene Albert akan kami bawa ke Komdis PSSI untuk dibicarakan. Dia harusnya sebagai sosok pelatih sebuah tim besar tidak berkomentar seperti itu. Ada etika yg harus diperhatikan, dan kami sayangkan statement tersebut," kata Erwin Tobing.

"Apa yang dimaksud Robert dengan rakus dan mementingkan diri sendiri? Masa kepengurusan PSSI kapan yang dia maksud? Kepengurusan PSSI sekarang kan baru setahun terbentuk dan langsung menghadapi pandemi Covid-19, sehingga menghentikan sementara aktivitas persepakbolaan. Saya mau tanya bagaimana sih performance tim Persib di tangan dia. Apa yang sudah di buatnya? Coba dia fokus dan majukan dulu ke Persib. Belum paham tentang PSSI yang sekarang sudah berkomentar, itu pun ngambang, tanpa data dan bukti," jelas Erwin.

Robert sendiri dikenal sebagai pelatih yang suka berkomentar di luar teknis sebagai pelatih. Sebelum menangani Persib, Robert pernah berkomentar negatif ke media terkait PSSI atau hal lain saat melatih PSM Makassar.

Sementara itu, Ketua Komite Etik PSSI, Bambang Usadi mengatakan bahwa Robert Rene Albert sudah terlalu kelewatan berkomentar dan melebihi kapasitasnya sebagai pelatih Persib Bandung.

"Komentar tersebut akan kami bawa ke Komite Disiplin Etik. Nanti kami minta PSSI melalui Kesekjenan untuk menyampaikan surat klarifikasi komentar Robert Rene Albert," kata Bambang Usadi.

Ia menambahkan sebagai seorang profesional, seharusnya Robert Rene Albert menunjukkan kapasitas serta mentalitas yang menjunjung tinggi sportivitas. Selain itu, ia harus berpikir ilmiah berbasis dengan fakta dan realita.

"Olah raga, terutama dunia sepak bola profesional telah mengajarkan kita bagaimana bersikap bersadarkan bukti konkrit. Sebagaimana permainan sepak bola yang menerapkan sanksi atau bukti konkrit, bukan mengada-ngada, rumor dan desas-desus,"

"Ada dua hal yang perlu disoroti, pertama tentang Robert itu menuduh pengurus PSSI. Dan tentang siapa yang dimaksud dalam komentar tersebut," jelas purnawirawan polisi berbintang dua tersebut. ***

wwwwww