Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  MPR RI

Pancasila Adalah Dasar dan Ideologi Negara yang Tak Boleh Diganti

Pancasila Adalah Dasar dan Ideologi Negara yang Tak Boleh Diganti
Ketua Fraksi Partai Nasdem MPR RI Taufiq Basari, saat memberikan sosialisasi empat pilar MPR di Banten. (Foto: Istimewa)
Minggu, 01 November 2020 11:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BANTEN - Ketua Fraksi Partai Nasdem MPR RI Taufiq Basari mengingatkan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri di atas kesepakatan, yang dibangun secara bersama oleh seluruh golongan dan kelompok masyarakat yang ada saat itu. Karena itu kesepahaman bersama tersebut harus senantiasa dipupuk suburkan, agar langgeng, tidak gampang dirusak oleh siapapun.

Pernyataan itu disampaikan Taufiq Basari saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dihadapan masyarakat Desa Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten, di kompleks perumahan Puri Serpong 1 Tangsel, Sabtu (31/10/2020).

"Kesepakatan mendirikan NKRI, ini harus didukung oleh seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali generasi muda. Bahkan, generasi muda harus mampu menjadi agen keutuhan NKRI, dengan selalu mempererat persatuan dan kesatuan juga menghalau masuknya Ideologi yang bertentangan dengan Pancasila," Kata Taufiq.

Sosialisasi Empat Pilar itu mengambil tema "Implementasi Nilai-nilai Pancasila Untuk Restorasi Indonesia".

Sebelum merdeka kata Taufiq, Indonesia berbentuk suku-suku bangsa, kelompok masyarakat dan kerajaan. Kelompok-kelompok komunitas masyarakat, itu hidup secara bersama dengan peran masing masing. Lalu, datanglah utusan dagang dari Belanda. Semula, niat mereka hanyalah untuk berdagang, tapi kemudian memonopoli perdagangan dan melakukan penjajahan.

"Hidup di bawah penjajahan itu ternyata tidak nyaman. Karena itu tumbuhlah kesadaran untuk melepaskan diri dari belenggu penjajah . Namun, perjuangan mereka melepaskan diri dari penjajahan selalu gagal lantaran perjuangan yang dilakukan bersifat sektoral," ujarnya.

Setelah berkali-kali gagal, maka timbullah kesadaran kolektif, mereka berjuang bukan untuk kelompoknya sendiri-sendiri, tetapi untuk kepentingan bersama. Kesadaran kolektif para pendiri bangsa, ini muncul bersamaan dengan lahirnya politik etik yang digagas pemerintah Belanda. Salah satu kesadaran kolektif, itu muncul dalam bentuk Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Sumpah Pemuda lahir berdasarkan keberagaman suku bangsa, bahasa, adat istiadat, agama, dan ras yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kekayaan. Perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia harus dijaga dan dilestarikan. Karena keberagaman itu menurutnya, bukan untuk memecah belah, tapi untuk mempersatukan.

"Sejak itu muncullah kebesaran jiwa dikalangan para pendiri bangsa untuk saling berkorban demi kepentingan yang lebih besar," kata Taufiq lagi.

Salah satu bukti pengorbanan dan kesepakatan yang ditunjukkan para pendiri bangsa adalah diterimanya Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa Indonesia. Pancasila yang lepas dari tujuh kata dalam Piagam Jakarta, seperti yang ditemukan saat ini, merupakan bentuk pengorbanan yang harus terus ditumbuh kembangkan dan selalu dilestarikan di bumi Indonesia. Pancasila hasil pengorbanan dan kesepakatan besar para pendiri bangsa, itu tidak boleh diganti dengan ideologi dan dasar negara apapun.***

wwwwww