Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
10 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
15 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
8 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
5 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
5 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  PON

Pembunuh 3 Anak Kandung di Nias Utara Meninggal Dunia

Pembunuh 3 Anak Kandung di Nias Utara Meninggal Dunia
Minggu, 13 Desember 2020 22:12 WIB
NIAS UTARA – Ibu kandung pelaku pembunuhan 3 anak di Dusun II Desa Banua Sibohou, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), MT akhirnya meninggal dunia, Minggu (13/12/2020) pagi.


Wanita berusia 30 tahun ini meninggal dunia, setelah sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Sitoli, Kota Nias, Provinsi Sumut.

Kapolres Nias, AKBP Wawan Iriawan melalui Paur Humas Polres Nias, Aiptu Yadaen F Hulu mengatakan tersangka meninggal dunia karena jatuh sakit, usai ditangkap pada, Rabu (09/12/2020) lalu tak lama setelah kejadian pembunuhan.

“Karena tidak mau makan dan minum, tersangka lalu mengalami muntah-muntah. Sehingga harus dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia,” ungka Wawan yang dilansir dari mimbarrakyat.co.id.

Yadsen menjelaskan, sebelumnya MT juga sempat dirawat di RSUD Gunung Sitoli karena luka sayatan di leher lantaran mencoba bunuh diri pada, Kamis (10/12/2020) sekira pukul 00.30 WIB. Setelah mendapatkan perawatan medis, MT kemudian kembali dibawa ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Nias guna dimintai keterangan.

“Tersangka ada niat bunuh diri sesaat setelah peristiwa pembunuhan yang dilakukannya terhadap 3 korban yang merupakan anak kandungnya dengan cara menyayat lehernya sendiri dengan menggunakan parang. Namun niatnya tersebut gagal, lantaran tidak diselamatkan oleh suaminya dan hanya mengalami luka pada bagian leher depan saja,” jelasnya.

Namun, pada Jumat (11/12/2020) sekira pukul 21.00 WIB, tersangka MT mulai mengeluhkan rasa sakit di bagian perutnya. Sehingga dia pun dibawa ke RSU Bethesda Gunung Sitoli untuk melakukan rawat jalan.

Akan tetapi pada Sabtu (12/12/2020) sekira pukul 16.00 WIB, MT mengalami muntah dan kembali mengeluhkan ras sakit di perut, sehingga dia pun langsung dilarikan ke RSUD Gunung Sitoli. Lalu pada Minggu tanggal (13/12/2020) sekira pukul 00.30 WIB trrsangka MT harus dibawa kembali ke RSUD Gunung Sitoli karena mengeluh sakit di perut dan muntah-muntah, sehingga oleh dokternya jaga dia disarankan untuk opname.

“Kemudian tersangka diopname. Namun pada Minggu sekira pukul 06.10 WIB tersangka akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter umum piket di RSUD Gunung Sitoli,” terangnya.

Yadsen mengaku pihak kepolisian saat ini telah melakukan pengecekan terhadap jenazah tersangka di rumahsakit. Kemudian dilanjutkan dengan membuat berita acara serah terima jenazah kepada pihak keluarga.

“Namun pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan,” pungkasnya.

Editor:Ari
Kategori:Sumatera Utara, Badminton, Olympic, PON
wwwwww