Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
17 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ketua DPD RI Yakin Konsep Desa Wisata Bisa Serap Banyak Tenaga Kerja

Ketua DPD RI Yakin Konsep Desa Wisata Bisa Serap Banyak Tenaga Kerja
Ketua DPD RI, LaNyalla M Mattaliti dalam suatu kegiatan. (Foto: Istimewa)
Senin, 18 Januari 2021 18:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sektor pariwisata diyakini masih bisa menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Salah satunya dengan pengembangan konsep desa wisata. Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti pun optimis desa wisata bisa membantu perekonomian warga.

LaNyalla menilai desa wisata yang terkonsep dengan baik akan merangsang warga untuk berinovasi.

"Dengan komitmen bersama, desa wisata bisa menggerakkan banyak sektor. Sisi ekonomi kreatif dengan menghadirkan souvenir, kemudian sektor pertanian, perkebunan, homestay, dan lainnya, bisa berkontribusi terhadap kemajuan desa dan warganya. Dan tentunya membuka banyak lapangan pekerjaan," tutur LaNyalla, Senin (18/1/2021).

Tidak hanya itu, LaNyalla pun yakin konsep desa wisata akan akan menjadikan desa sebagai kekuatan ekonomi, untuk meminimalisir eksodus warga desa ke kota.

"Salah satu konsep yang bisa diterapkan misalnya pengembangan Desa Wisata Argo berupa petik buah. Dalam pengembangannya, konsep ini dapat bekerja sama dengan para petani buah atau dengan membentuk kelompok tani yang dapat tersebar di beberapa lokasi," jelasnya.

Buat mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu, konsep ini bisa menjadi win-win solution bagi warga dan petani buah.

"Dengan menumbuhkan komoditas buah yang sesuai, dapat memancing produksi yang lain seperti UKM makanan kecil khas desa tersebut untuk dikonsumsi para wisatawan, bahkan wisatawan mancanegara," katanya.

LaNyalla menambahkan, pengembangan desa wisata akan turut memacu pengembangan sektor ekonomi yang lainnya. Sehingga UMKM akan tumbuh dan hidup dengan sendirinya.

"Namun, untuk mengembangkan konsep ini harus ditunjang oleh perencanaan yang matang. Perencanaan yang melibatkan dinas pariwisata di pemerintahan daerah dan disesuaikan dengan konsep daerahnya. Ini bisa dilakukan untuk mempersiapkan kita ke depan, pasca pandemi berakhir, sektor pariwisata sudah dapat dibuka," katanya.

Senator asal Jawa Timur ini pun optimistis konsep desa wisata akan menjadi tren baru berwisata pasca pandemi Covid-19.***

wwwwww