Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
15 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
15 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
17 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
17 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
8 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Home  /  Berita  /  Olympic

Sempat Positif Covid-19, Perajin di Pesisir Selatan Ciptakan Batik Motif Virus Corona

Sempat Positif Covid-19, Perajin di Pesisir Selatan Ciptakan Batik Motif Virus Corona
Batik virus corona diluncurkan Pemkab Pesisir Selatan, Rabu (20/1/2021). (Foto: Dok Humas Kab. Pesisir Selatan).
Sabtu, 23 Januari 2021 13:42 WIB
PADANG - Virus corona menjadi inspirasi bagi perajin batik asal Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Dewi Hapsari. Ide membuat batik tersebut muncul saat dirinya terkonfirmasi virus berbahaya itu.

Sebagai penyintas, alih-alih terpuruk Dewi Hapsari malah bangkit melalui karyanya. Kini, batik buatannya sudah diluncurkan oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.

"Iya ide ini muncul ketika saya terkonfirmasi Covid-19, karena hanya bisa berdiam diri di rumah maka saya terpikir untuk membuat motif virus corona," kata Dewi Hapsari, Sabtu (23/1/2021).

Menurut perajin asal Kecamatan Lunang itu, ketika dinyatakan terpapar Covid-19 dirinya sempat merasa takut. Namun, ia berpikir agar bisa berdamai dengan keadaan hingga lahirlah karya batik motif virus corona itu.

Dewi menjelaskan awalnya membuat cetakan dari kertas yang dibuat mirip dengan virus corona yang ia lihat melalui media sosial ataupun televisi.

"Cetakannya dibuat sendiri dari kertas, lalu ditempelkan ke kain yang berwarna hitam," jelasnya.

Untuk motifnya, ia melanjutkan diberi warna yang menarik dan cerah sehingga tidak lagi menakutkan. Ia berharap motif batik karyanya tersebut dapat diterima dan disukai masyarakat.

Batik ciptaan Dewi Hapsari, mendapat respon positif dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, sudah meluncurkan batik tersebut pada Rabu (20/1/2021).

"Ini menambah koleksi batik di Pesisir Selatan. Varian baru ini namanya batik motif corona atau covid-19," kata Hendrajoni.

Menurutnya, keunikan motif corona ini, bisa dijadikan buah tangan bagi pengunjung yang berwisata ke Pesisir Selatan.

Sementara Ketua Dekranasda Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni mengatakan, dunia perbatikan di daerah yang dipimpin suaminya itu memang sedang berkembang sejak 4 tahun terakhir.

Lebih dari 150 perajin aktif memproduksi batik di tiga kecamatan. Pihaknya juga terus mendorong agar mereka terus berkarya meski di masa pandemi seperti saat ini.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:liputan6.com
Kategori:PON, Olympic, Ekonomi, Sumatera Barat
wwwwww