Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
9 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Klarifikasi Dugaan Keterlibatan 'Pejabat' dalam Upaya Mendongkel Posisi Ketum Demokrat, AHY Surati Jokowi

Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Pejabat dalam Upaya Mendongkel Posisi Ketum Demokrat, AHY Surati Jokowi
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY (di podium) dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (1/2/2021).
Senin, 01 Februari 2021 15:40 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, partainya telah bersurat kepada Presiden RI Joko Widodo, untuk mengklarifikasi dugaan keterlibatan pejabat di lingkar kekuasaan terdekat presiden dalam sebuah gerakan sistematis mendongkel kekuasaan pimpinan partai Partai Demokrat.

"Tadi pagi saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau," kata AHY dalam jumpa pers, Senin (1/2/2021).

AHY menjelaskan, gerakan mendongkel kekuasaan pimpinan Partai Demokrat tersebut juga diduga melibatkan kader serta mantan kader Demokrat. Kesemuanya itu, disebut berencana mendongkel kekuasaan pimpinan partai melalui Kongres Luar Biasa (KLB).

"1 orang kader Demokrat aktif, 1 kader Demokrat yang sudah 6 Tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat karena menjalani hukuman akibat korupsi, 1 mantan kader yang sudah keluar dari partai 3 tahun yang lalu. Sedangkan yang non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan yang sekali lagi sedang kami mintakan konfirmasi dan klarifikasinya kepada Presiden Joko Widodo," kata AHY.

Dalam upayanya, 'komplotan' yang ingin mendongkel kekuasaan pimpinan Partai Demokrat itu mencoba membangun kekuatan syarat KLB dengan menghubungi kader partai Demokrat melalui telepon. Mereka, kata AHY, juga menggelar pertemuan langsung.

"Dalam komunikasi mereka pengambil alihan posisi ketua umum Partai Demokrat akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden dalam pemilu 2024 mendatang," kata AHY.

Data-data mengenai manuver pendongkelan jabatan Ketua Umum Partai Demokrat ini, dijelaskan AHY, didapat dari pendalaman yang dilakukan sejak informasi pertama kali diterima sekira 10 hari yang lalu. Demokrat, telah memiliki berita acara pemeriksaan (BAP) sendiri mengenai kesaksian-kesaksian kader-kadernya.

AHY mengatakan, tak kurang dari 8 saksi telah menuturkan adanya pertemuan dengan pejabat pemerintahan tersebut dan pembicaraan mengenai rencana pendongkelan jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.

"Kami tentu akan mempertahankan kedaulatan da kehormatan partai kami," tegas AHY.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Metropolitan
wwwwww