Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
10 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Basket

Sopir Terlalu Percaya Google Maps, Mobil Honda Tercebur ke Kolam

Sopir Terlalu Percaya Google Maps, Mobil Honda Tercebur ke Kolam
Mobil Honda tercebur ke kolam di wilayah Andra Pradesh, India, karena sopir terlalu percaya pada arahan aplikasi navigasi Google Maps. (detik.com)
Senin, 01 Februari 2021 13:23 WIB
PRADESH -- Mobil Honda Amaze yang tercebur ke kolam gara-gara sopirnya terlalu percaya kepada apligasi navigasi Google Maps.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Andra Pradesh, India. Sedangkan sopir yang mengendarai mobil naas itu bernama Shivaram Balajepalli.

Dikutip dari detikcom yang melansir Gaadiwadi, Senin (1/2/2021), Shivaram tak curiga dengan arahan yang diberikan aplikasi navigasi tersebut. Ia mendapatkan rute alternatif yang bisa membawanya ke titik lebih cepat, tanpa ragu Shivaram mengikuti arahan tersebut.

Google Maps ternyata mengarahkan mobil yang dikendarai Shivaram ke sebuah kolam besar, hingga akhirnya tercebur ke dalamnya.

Beruntung Shivaram berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan mobilnya baru bisa dievakuasi setelah satu unit truk derek datang.

Dari foto yang disertakan dalam posting Facebook tampaknya ia menunjukkan bahwa Google Maps mengirim Shivaram ke jalan yang tidak beraspal. Kabar baiknya, mobil tidak mengalami kerusakan serius gara-gara waterhammer, dan setelah pemeriksaan cepat di bengkel, mobil kembali menyala.

Jangan Hanya Andalkan GPS

Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana kembali mengingatkan ketika pengemudi memasuki daerah yang masih asing atau belum mengenal rute jalan, jangan hanya mengandalkan GPS sepenuhnya.

''GPS memang penting sebagai alat pemandu selama dalam perjalanan. Tapi bukan bergantung 100%,'' ungkap Sony kepada detikcom.

Sony melanjutkan memang lebih baik bertanya kepada warga sekitar. Paling tidak mereka ini adalah orang-orang yang lebih paham daerah tersebut, Masalah tersasar juga bisa disebabkan pencitraan dari satelit yang mungkin belum di-update.

Belum lagi perihal sinyal di suatu daerah yang belum tentu mendukung untuk mengakses GPS. Hal ini juga bisa berpotensi mencari jalan lebih lama.

''Artinya ketika lingkungan, daerah memberikan tanda-tanda yang sudah tidak sesuai dengan tujuannnya, segera berhenti dan check lagi. Jangan ragu-ragu untuk bertanya,'' ujar Sony.

Tak kalah penting, rencanakan perjalanan dengan matang, khususnya hindari perjalanan di malam hari.

''Untuk daerah-daerah yang tujuannya tidak diketahui sebelumnya, hindari perjalanan malam hari, selain berpotensi sepi juga rawan kejahatan,'' ungkap Sony.

''GPS sebagai alat pemandu hanya 50%, sisanya pergunakan nalar dalam menentukan arahnya. Biasakan seperti itu untuk menghindari kesasar,'' imbuhnya.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Olympic, Basket
wwwwww