Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dipaksa Oral Seks, Sekretaris Mengaku Tak Berani Melawan Bos Bank Internasional
Hukum
19 jam yang lalu
Dipaksa Oral Seks, Sekretaris Mengaku Tak Berani Melawan Bos Bank Internasional
2
Paksa Sekretaris Oral Seks saat Sembahyang, Bos Bank, Jimmy: Saya Lagi Mabuk Pak
Hukum
19 jam yang lalu
Paksa Sekretaris Oral Seks saat Sembahyang, Bos Bank, Jimmy: Saya Lagi Mabuk Pak
3
Dukung KLB, Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Jabatan Ketum
Politik
19 jam yang lalu
Dukung KLB, Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Jabatan Ketum
4
Terangsang saat Kantor Sepi, Bos Bank Jimmy Cabuli 2 Sekretarisnya di Kantor
Peristiwa
19 jam yang lalu
Terangsang saat Kantor Sepi, Bos Bank Jimmy Cabuli 2 Sekretarisnya di Kantor
5
Siarkan Konten Horor di Rumah Kosong, Bigo Live Gandeng Raffi Ahmad
Peristiwa
20 jam yang lalu
Siarkan Konten Horor di Rumah Kosong, Bigo Live Gandeng Raffi Ahmad
6
Cabut Perpres Miras, Jokowi Dianggap Tunjukkan Sikap Demokratis
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Cabut Perpres Miras, Jokowi Dianggap Tunjukkan Sikap Demokratis
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional, Pembangunan Pedesaan harus Digesa

Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional, Pembangunan Pedesaan harus Digesa
Ilustrasi pembangunan jalan desa. (Foto: Istimewa)
Rabu, 17 Februari 2021 14:22 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap pembangunan pedesaan bisa dilakukan secara masif dan inovatif. LaNyalla yakin pembangunan desa akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Bagi LaNyalla, konsep pembangunan Indonesia sentris atau pembangunan merata se-Indonesia, harus menyentuh desa, dengan mengoptimalkan dana desa dan APBD daerah.

Baca juga : Ini Ketentuan Agar Posko Desa dan Kelurahan Dapat Berjalan Efektif
"Kita berharap hadirnya desa-desa yang inovatif, yang mampu mengembangkan potensinya. Pembangunan pedesaan harus dilakukan masif dan inovatif," kata LaNyalla di Surabaya dalam rangkaian reses di Jawa Timur, Selasa,(16/02/2021)

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu menambahkan, ada dampak positif jika pembangunan ekonomi masyarakat dimulai dari desa.

Ads

"Apa itu? Karena sebagian besar pelaku usaha kecil, menengah dan mikro (UMKM) serta sektor pertanian, peternakan dan lainnya terdapat di desa. Dan hal ini berpotensi menjadi besar jika pemerintah desa mengembangkannya dengan serius," ujarnya.

Apalagi di masa pandemi ini, sebisa mungkin terjadi penurunan angka urbanisasi, mengingat potensi pekerjaan di kota juga menurun.

Sebagai langkah pengembangan, LaNyalla mengimbau pemerintah desa membuka peluang kerja sama dengan para pihak, baik BUMN/BUMD atau Swasta untuk pengembangan UMKM.

"Pemerintah desa dapat bekerja sama dengan pihak lain untuk mengembangkan produksi-produksi UMKM dan mikro. Contohnya program Desa Brilian yang digagas BRI. Dengan kerjasama ini, produk UMKM akan memiliki pasar yang lebih luas. Berarti keuntungan yang akan didapat juga lebih tinggi," ujarnya,

Tidak itu saja, senator asal daeeah pemilihan Jawa Timur ini juga mengatakan perlunya literasi atau dukungan pengetahuan dan informasi bagi pelaku usaha mikro.

"Pelaku usaha mikro harus kaya literasi dan pengetahuan. Karena, dengan literasi dan pengetahun yang didapat, mereka dapat membuat inovasi-inovasi produk yang berkesinambungan. Para pelaku harus memiliki mitra yang dapat dijadikan inspirasi," katanya.

Ketua DPD RI itu pun mengajak para kepala desa untuk kreatif mengembangkan produktivitas melalui pengembangan UMKM dan sektor pertanian di desa-desa.

"Apalagi sekarang banyak kepala desa yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi dan jaringan yang cukup luas," pungkasnya.***

wwwwww