Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Timnas U 23 Gagal Uji Coba, Yunus Nusi Yang Harus Bertanggung Jawab
Olahraga
21 jam yang lalu
Timnas U 23 Gagal Uji Coba, Yunus Nusi Yang Harus Bertanggung Jawab
2
Diprotes Banyak Pihak, Bareskrim Polri Akan Cabut Status Tersangka 6 Laskar FPI yang Meninggal Dunia
Hukum
18 jam yang lalu
Diprotes Banyak Pihak, Bareskrim Polri Akan Cabut Status Tersangka 6 Laskar FPI yang Meninggal Dunia
3
Bantah Iming-imingi Uang Rp 100 Juta untuk Kudeta, Jhoni Allen Akui KLB Butuh Biaya
Peristiwa
18 jam yang lalu
Bantah Iming-imingi Uang Rp 100 Juta untuk Kudeta, Jhoni Allen Akui KLB Butuh Biaya
4
Usai Rendang Mendunia, Kini Rawon Sabet Posisi Pertama Sup Terenak se-Asia
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Usai Rendang Mendunia, Kini Rawon Sabet Posisi Pertama Sup Terenak se-Asia
5
Status Tersangka 6 Anggota Laskar FPI Sudah Dicabut, Ini Penjelasan Polri
Hukum
17 jam yang lalu
Status Tersangka 6 Anggota Laskar FPI Sudah Dicabut, Ini Penjelasan Polri
6
Tak Tergoda Tawaran, Renan da Silva Tetap Bersama Bhayangkara FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Tak Tergoda Tawaran, Renan da Silva Tetap Bersama Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Mengintip Nilai Proyek Kilang Tuban yang Bikin Warga Desa jadi Miliarder dan Borong Mobil

Mengintip Nilai Proyek Kilang Tuban yang Bikin Warga Desa jadi Miliarder dan Borong Mobil
ratusan mobil dipesan warga Tuban. (Foto: Istimewa)
Rabu, 17 Februari 2021 14:41 WIB
JAKARTA - Wilayahnya jadi lokasi proyek kilang Pertamina, warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendadak jadi miliarder. Hal itu karena warga menerima ganti rugi pembebasan lahan, di antaranya ada yang mencapai miliaran rupiah.

"Harga ganti rugi lahan di sini sekitar Rp 600 ribu dan tertinggi Rp 800 ribu per meter persegi," kata Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto, kepada wartawan, Selasa (16/2).

Dengan nilai pembebasan lahan yang jauh di atas harga pasaran tersebut, sejumlah warga Desa Sumurgeneng pun jadi miliarder. Menurut Gihanto, warganya ada yang memiliki lahan antara setengah hektare hingga 4 hektare.

Ads

"Kalau yang tanahnya 4 hektare itu dapat ganti rugi sampai Rp 26 miliar," ujarnya.

Lahan yang dibebaskan Pertamina itu sendiri akan digunakan untuk proyek Kilang Tuban atau New Grass Root Refinery (NGRR). Untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, Pemerintah menugasi Pertamina membangun kilang baru (NGRR) dan meningkatkan kapasitas kilang yang sudah ada (Refinery Development Master Project/RDMP).

"Mengingat kebutuhan bahan bakar dan upaya pencapaian ketahanan energi di dalam negeri, Indonesia membutuhkan pertumbuhan industri kilang minyak di dalam negeri," demikian dinyatakan di laman Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Kilang Minyak Tuban masuk kategori proyek pembangunan kilang minyak baru, dengan kapasitas produksi 300 ribu barel per hari. Perencanaan pembangunan Kilang Minyak Tuban akan menggunakan konfigurasi petrokimia (terintegrasi dengan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama/TPPI).

Masih dikutip dari laman Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), nilai proyek kerja sama Pertamina dengan perusahaan migas Rusia, Rosneft, ini mencapai Rp 199,3 triliun.

Proyek kilang ini sebenarnya ditargetkan sudah mulai dibangun pada 2020 lalu dan selesai pada 2024. Tapi pelaksanaannya tertunda, antara lain karena masalah pembebasan lahan, yang akhirnya kini membuat warga Desa Sumurgeneng jadi miliarder.

Sebelumnya diberitakan, ratusan mobil baru didatangkan ke Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Mobil-mobil itu dipesan oleh para warga yang mendadak jadi miliarder. Video kedatangan mobil-mobil baru itu viral di media sosial. Dalam video tampak 17 mobil diangkut oleh truk towing yang mendapat kawalan dari pihak kepolisian. Kepala Desa Sumurgeneng Gihanto membenarkan video itu. Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (14/2/2021).***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Umum, Peristiwa, Ekonomi, Jawa Timur
wwwwww