Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
Peristiwa
5 jam yang lalu
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
2
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
3
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
Olahraga
21 jam yang lalu
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
4
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
5
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
Peristiwa
8 jam yang lalu
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
6
Tiga Kandidat Pelatih eFootball Indonesia
Sepakbola
24 jam yang lalu
Tiga Kandidat Pelatih eFootball Indonesia
Home  /  Berita  /  Olahraga

Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 

Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
Binaragawan Jawa Timur, Yana Komara yang berusia 49 tahun.
Rabu, 24 Februari 2021 13:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA -Prestasi binaraga Indonesia pernah berjaya pada tahun 1990 hingga 2006. Sederet nama binaragawan punya prestasi cemerlang. Bukan hanya pada SEA Games, Asian Games tetapi juga event dunia.

Ada Levi Rumbewas. Binaragawan asal Papua ini sukses meraih 5 medali emas SEA Games dan Mister Asia pada Kejuaraan Asia di Korea Selatan 1991. Diikuti Wempie Wungouw yang meraih perak Asian Games Bhusan, Korea Selatan 2002. Kemudian, Syafrizaldy mengulang sukses Wempi dengan meraih perak pada Asian Games Doha, Qatar 2006.

Terakhir, ada nama Komara Dhita Yana yang meraih lima emas Pekan Olahraga Nasional (PON), perak SEA Games Jakarta 1997 dan SEA Games Myanmar 2013. Bahkan, pria kelahiran Lampung 27 Juni 1972 ini juga menjadi Runner Up Pro Muscle Mania USA 1999 dan runner up WBPF (World Bodybuilding Physique Federation) di Malaysia 2011.

Dari keempat nama itu hanya Yana Komara yang masih bertahan di event kancah nasional. Yang lebih mengejutkan lagi, pria berusia 49 tahun ini tampil mewakili Jawa Timur untuk turun di kelas 80kg pada PON XX Papua yang akan digelar 2-13 Oktober mendatang.  

Tampilnya Yana Komara di Papua menjadikannya sebagai binaragawan pemegang rekor penampilan terbanyak pada pesta olahraga akbar nasional empat tahunan tersebut. Bukan hanya itu saja, dia juga tercatat sebagai binaragawan tertua di PON Papua 2021.  

"Ya, saya mungkin tercatat sebagai binaragawan yang tertua dan pemegang rekor binaragawan yang paling banyak tampil pada PON. Bagi saya usia tidak menjadi penghalau. Insya Allah jika tidak ada halangan, di Papua nanti itu adalah penampilan keenam saya di PON," kata Yana Komara yang dihubungi Gonews.co Group, Rabu (24/2/2021).

Yana Komara pertama kali tampil pada PON Jakarta 1996. Dia meraih emas kelas 75kg. Medali yang sama juga diraih Yana Komara pada PON Jawa Timur 2000, PON Palembang 2004, PON Riau 2012, dan PON Jawa Barat 2016. "Saya tidak tampil di PON Kalimantan Timur 2008 karena ada masalah interen dengan kepangurusan," jelasnya.  

Kini, Yana Komara yang akan turun di kelas 80kg terus menjalani program latihan untuk mempertahankan otot dan timbangannya di New Elysa Gym Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Targetnya di Papua menutup penampilan dengan manis sekaligus mewujudkan keinginan mengoleksi enam medali emas PON.

"Ya, target saya memang menyumbangkan medali emas bagi Jawa Timur di penampilan terakhir di PON. Dan, saya juga ingin menambah koleksi medali emas," tegasnya.

Diakui Yana Komara, persaingan untuk merebut medali emas cukup ketat mengingat munculnya binaragawan muda potensial dari berbagai daerah. Makanya, dia tidak ingin over convidence saat tampil di Papua nanti. "Persaingan memang cukup ketat terutama dari binaragawan muda dari berbagai daerah. Makanya, saya tidak mau terlena dengan senioritas," tandasnya.

Lantas bagaimana menjalani program latihan di tengah pandemi Covid 19? Yana menjawab, "Tidak ada kendala. Saya bisa menjalani latihan kerana memiliki gym sendiri dengan fasilitas yang cukup memadai. Ini menjadi keuntungan dalam upaya mempertahankan kondisi fisik dan tubuh." 

Setelah PON Papua, Yana Komara masih punya tugas lain. Dia harus mendampingi Elysa Fransiska yang mendapat kepercayaan sebagai Ketua Pengprov PBFI Sumsel membangun prestasi olahraga Binaraga Fitnees di kalangan Wong Kito. 

"Kami adalah keluarga binaraga. Jadi, saya wajib membantu mengembangkan olahraga Bjnaraga Fitness di Sumsel. Dan, kami akan berusaha mencetak atlet binaraga fitness yang bukan hanya meraih prestasi di ajang tingkat nasional tetapi mampu mengibarkan Merah Putih di ajang internasional," tutupnya.

Biodata 

Nama   Komara Dhita Yana S.Pt

Panggilan : Yana Komara

Lahir: Lampung 24 Juni 1972 

Pekerjaan : Owner Komara Bodybuilding Club-Trainer di New Elysa Gym Palembang 

Data Prestasi : 

1994-2006 - Juara Nasional kelas 75kg
1996 - 'Juara PON Jakarta
1997 - Perak SEA Games Jakarta
1999 - Runer up PRO Muscle Mania USA
1999 - Runner Up SEA Bangkok
2000 - Juara PON Jawa Timur
2004 - Juara PON Palembang   
2006 - Juara Mr Indonesia Seri III Palembang
2007- Juara 1 Nasional kelas 80kg
2007 - Juara 1 dan The Best Pose Mr Indonesia
2011- Juara 1 Pra PON Surabaya (kelas 80kg) 
2011- Runner Up World Bodybuilding (Master Universe) di Malaysia  
2012 - Juara 1 PON Riau (kelas 80kg)
2013 - Peringkat ketiga Asian Bodybuilding  di Vietnam 
2013  - Perak  SEA Games di Myanmar  
2015 - Juara 1 Pra PON Jawa Barat
2016 - Juara 1 PON Jawa Barat
2019 - Juara 1 Pra PON di Jawa Barat 

Gelar : 

- 13Th Brand Ambasador Ultimate Nutrition
- Indonesian QUADZILLA- Athlete Binaraga Nasional & Internasional Jawa Timur
- Founder Komara Fitness dan Sam Competition 
- Consultan Trainning and Nutrition 1994 - sekarang- 
- Peraih Binaragawan Berprestasi 22 Tahun Tanpa Doping/Steroid dari MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) 2017. ***

wwwwww