Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Komnas HAM dan Polri Jajaki Mekanisme Kerjasama Penanganan Kasus ITE

Komnas HAM dan Polri Jajaki Mekanisme Kerjasama Penanganan Kasus ITE
Ilustrasi kasus ITE. (gambar: ist./safenet)
Rabu, 24 Februari 2021 06:14 WIB
JAKARTA - Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) dan Dittipidsiber Bareksrim Polri (Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia) bersepakat untuk membahas mekanisme penanganan dan kontribusi kedua belah pihak dalam penanganan kasus berbasis ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Komnas HAM dan Dittipidsiber Bareksrim Polri akan membentuk tim yang membahas kerangka kerjasama dengan pendalaman terhadap prinsip HAM, mekanisme penegakan hukum, termasuk koordinasi antar lembaga.

Hal tersebut merupakan kesepahaman awal usai gelaran pertemuan keduanya di Kantor Dittipidsiber Bareksrim Polri, Jakarta, Selasa (23/02/2021), kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Komisioner Komnas HAM RI, Hairansyah Ahmad mengatakan, "Penting bagi Komnas HAM RI dan Polri untuk berkolaborasi membangun mekanisme bersama guna penanganan kasus ujaran kebencian, hoaks, dan kasus pelanggaran kebebasan berpendapat dan berekpresi lainnya, yang berlandaskan hak asasi manusia termasuk di dalamnya mediasi HAM,".

"Penting menjaga prinsip HAM guna kepentingan publik dalam memanfaatkan ruang sosial media, termasuk di dalamnya skenario penegakan hukum, termasuk bagaimana menggunakan rabat plan of action" sambung Komisioner Komnas HAM RI, M. Choirul Anam yang juga hadir di lokasi, sebagaimana dikutip GoNews.co dari rilis Komnas HAM, Rabu (24/2/2021).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Beladiri
wwwwww