Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

PBSI Kirim 82 Atlet, Pelatih dan Tim Pendukung Untuk Divaksin

PBSI Kirim 82 Atlet, Pelatih dan Tim Pendukung Untuk Divaksin
Atlet Pelatnas Bulutangkis jalani Test PCR.
Kamis, 25 Februari 2021 16:56 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Sebanyak 82 orang penghuni Pelatnas PBSI sangat antusias untuk mendapat vaksinasi pada Jumat (26/2/2021), di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Mereka yang akan menerima vaksin tersebut terdiri dari atlet, pelatih, dan tim pendukung.

Sebagai bentuk syarat untuk mendapatkan vaksin, Kamis (25/2/2021) mereka diwajibkan menjalani tes usap PCR dan antigen di Pelatnas, Cipayung, Jakarta Timur. Tes diambil di tengah para atlet menjalani latihan pagi.

Khusus untuk pemain dan tim yang akan berangkat ke turnamen Swiss Terbuka, Sabtu (27/2), mereka diwajibkan menjalani tes usap PCR. Tes ini sekaligus untuk persayaratan penerbangan dan memasuki wilayah Swiss. Sementara atlet dan tim yang akan berangkat ke All England, cukup menjalani tes usap antigen.

"Alhamdullillah pagi ini 25 Februari 2021, kita melakukan swab dan rapid antigen dalam rangka, besok kita akan melakukan vaksinasi kepada atlet dan para pendamping," tutur Edi Sukarno, Wakil Sekjen PP PBSI kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

Menurut Edi, vaksinasi ini dapat terwujud berkat adanya koordinasi yang baik antara Kemenpora, Kemenkes, dan Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, yang terus aktif untuk mengusahakan pemberian vaksin kepada para duta olahraga ini.

"PBSI mendapat kesempatan untuk prioritas vaksin, karena kita memiliki hubungan yang intens, dari Ketua Umum dengan Kemenpora," tegas Edi.

Mewakili suara dari atlet, Jonatan Christie menyatakan rasa syukurnya karena bisa mendapat prioritas vaksinasi ini. Dengan menerima vaksin ini, Jojo mengaku bisa lebih fokus dalam menghadapi pertandingan.

"Pastinya senang dan Puji Tuhan kita bisa menjadi prioritas untuk divaksin, karena kita tahu juga bahwa vaksin ini tidak semua orang bisa dapat dengan cepat. Ya senang pastinya kita bisa diprioritaskan, karena untuk kepentingan kita juga kan, untuk pertandingan-pertandingan juga," ungkap Jojo.

"Dengan pemberian vaksin ini, kita jauh lebih fokus untuk bertanding, karena sebelum-sebelumnya kan kita sempat takut nih, apakah positif atau negatif Covid. Ya mudah-mudahan, dengan sudah divaksin ini bisa membantu menambah keyakinan bahwa kita sehat," kata Jojo.

Senada dengan Jojo, Anthony Sinisuka Ginting pun antusias untuk divaksin bersama dengan atlet yang lainnya. Ginting pun melakukan tes antigen sebagai prasyarat menerima vaksin besok.

"Tadi habis latihan seperti biasa, terus dikasih tau ada swab antigen buat salah satu persayaratan untuk besok. Kita kan salah satu cabang olahraga yang dapat prioritas buat vaksin besok di Istora GBK," ucap Ginting.

"Pastinya harapannya semoga semua baik-baik saja, juga seluruh masyarakat Indonesia bisa mendapatkan vaksin seperti yang kami terima besok. Jangan lupa, untuk tetap menjaga protokol kesehatan juga setelah divaksin," tambah Ginting. ***

wwwwww