Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
7 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
22 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
22 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
22 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
7 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Sepakbola
20 jam yang lalu
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Home  /  Berita  /  Politik

Ternyata Ada Sosok Taufik Kiemas di Balik Terbentuknya Partai Demokrat

Ternyata Ada Sosok Taufik Kiemas di Balik Terbentuknya Partai Demokrat
Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution mengungkapkan bahwa sosok Taufik Kiemas di balik terbentuknya Partai Demokrat. (Foto: Twitter/@dipoalam49)
Rabu, 03 Maret 2021 11:16 WIB
JAKARTA - Syahrial Nasution selaku Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat mengungkapkan sosok Taufik Kiemas di balik terbentuknya Partai Demokrat. Pernyataan tersebut diungkapkan Syahrial Nasution melalui cuitan Twitter @syahrial_nst pada Senin 1 Maret 2021 dan dikutip GoNews.co dari PikiranRakyat.com.

Pada awalnya, Syahrial Nasution memaparkan bagaimana kondisi politik di Indonesia beberapa tahun lalu. Tepatnya, ketika Presiden Gus Dur tahun 2001 diganti, dan nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didorong untuk maju sebagai Calon Presiden (Capres).

"Ketika Presiden Gus Dur diganti tahun 2001, nama Pak @SBYudhoyono didorong sebagai calon wapres untuk mendampingi Ibu Megawati," tutur Syahrial Nasution.

Syahrial Nasution kemudian membeberkan peran Panda Nababan (Fraksi PDIP) dan Hartati Murdaya (F-UG) dalam menggalang dukungan MPR. "Panda Nababan (F-PDIP) dan Hartati Murdaya (F-UG) ikut mendorong. Menggalang dukungan MPR. Saya ikut terlibat untuk tugas media. Basecampnya di Hotel Hilton," tutur Syahrial Nasution.

Berdasarkan polling yang dirilis oleh Liputan 6 SCTV pada waktu itu, menyatakan bahwa masyarakat memilih SBY sebagai kandidat favorit. "Hasil polling yang dirilis Liputan6 SCTV pada saat itu, masyarakat memilih Pak @SBYundhoyono sebagai kandidat favorit. Menyisihkan Hamzah Haz, Akbar Tandjung, Siswono Yudhohusodo, dll," ungkap Syahrial Nasution.

"Hingga akhirnya pada putaran kedua, tinggal menyisakan nama SBY vs Hamzah Haz untuk kandidat wapres," lanjut Syahrial Nasution.

Lebih lanjut, SBY yang pada waktu itu ditemani oleh Suko Sudarso, Heru Lelono, Hartati, Ani, Panda, dan Syahrial Nasution mengamati serta memonitor lobi-lobi yang dilakukan oleh Taufik Kiemas.

Tepatnya pada malam pemilihan dan perhitungan suara di putaran kedua. Pihak SBY mengetahui bahwa SBY kalah sebagai calon wapres. "Lobi Pak Taufik Kiemas (alm) yang jalan. Bahwa akibat diturunkan Gus Dur di tengah jalan, Ibu Mega harus merangkul kelompok Islam supaya tidak ada gejolak," jelas Syahrial Nasution.

Syahrial Nasution juga menyebutkan, jika saja SBY tidak dikucilkan dari kabinet, bahkan dicap jenderal anak kecil oleh Taufik Kiemas, belum tentu SBY menjadi Calon Presiden (Capres). "Andaikan di penghujung 2003 SBY tidak dikucilkan dari kabinet hingga dicap jenderal anak kecil oleh Pak Taufik Kiemas, belum tentu beliau menjadi Capres. Bisa jadi aka nada koalisi PDIP dan Demokrat mengantarkan Mega-SBY," tutur Syahrial Nasution.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Pikiran Rakyat
Kategori:Peristiwa, Politik, DKI Jakarta
wwwwww