Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
24 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ternyata Ada Sosok Taufik Kiemas di Balik Terbentuknya Partai Demokrat

Ternyata Ada Sosok Taufik Kiemas di Balik Terbentuknya Partai Demokrat
Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution mengungkapkan bahwa sosok Taufik Kiemas di balik terbentuknya Partai Demokrat. (Foto: Twitter/@dipoalam49)
Rabu, 03 Maret 2021 11:16 WIB
JAKARTA - Syahrial Nasution selaku Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat mengungkapkan sosok Taufik Kiemas di balik terbentuknya Partai Demokrat. Pernyataan tersebut diungkapkan Syahrial Nasution melalui cuitan Twitter @syahrial_nst pada Senin 1 Maret 2021 dan dikutip GoNews.co dari PikiranRakyat.com.

Pada awalnya, Syahrial Nasution memaparkan bagaimana kondisi politik di Indonesia beberapa tahun lalu. Tepatnya, ketika Presiden Gus Dur tahun 2001 diganti, dan nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didorong untuk maju sebagai Calon Presiden (Capres).

"Ketika Presiden Gus Dur diganti tahun 2001, nama Pak @SBYudhoyono didorong sebagai calon wapres untuk mendampingi Ibu Megawati," tutur Syahrial Nasution.

Syahrial Nasution kemudian membeberkan peran Panda Nababan (Fraksi PDIP) dan Hartati Murdaya (F-UG) dalam menggalang dukungan MPR. "Panda Nababan (F-PDIP) dan Hartati Murdaya (F-UG) ikut mendorong. Menggalang dukungan MPR. Saya ikut terlibat untuk tugas media. Basecampnya di Hotel Hilton," tutur Syahrial Nasution.

Berdasarkan polling yang dirilis oleh Liputan 6 SCTV pada waktu itu, menyatakan bahwa masyarakat memilih SBY sebagai kandidat favorit. "Hasil polling yang dirilis Liputan6 SCTV pada saat itu, masyarakat memilih Pak @SBYundhoyono sebagai kandidat favorit. Menyisihkan Hamzah Haz, Akbar Tandjung, Siswono Yudhohusodo, dll," ungkap Syahrial Nasution.

"Hingga akhirnya pada putaran kedua, tinggal menyisakan nama SBY vs Hamzah Haz untuk kandidat wapres," lanjut Syahrial Nasution.

Lebih lanjut, SBY yang pada waktu itu ditemani oleh Suko Sudarso, Heru Lelono, Hartati, Ani, Panda, dan Syahrial Nasution mengamati serta memonitor lobi-lobi yang dilakukan oleh Taufik Kiemas.

Tepatnya pada malam pemilihan dan perhitungan suara di putaran kedua. Pihak SBY mengetahui bahwa SBY kalah sebagai calon wapres. "Lobi Pak Taufik Kiemas (alm) yang jalan. Bahwa akibat diturunkan Gus Dur di tengah jalan, Ibu Mega harus merangkul kelompok Islam supaya tidak ada gejolak," jelas Syahrial Nasution.

Syahrial Nasution juga menyebutkan, jika saja SBY tidak dikucilkan dari kabinet, bahkan dicap jenderal anak kecil oleh Taufik Kiemas, belum tentu SBY menjadi Calon Presiden (Capres). "Andaikan di penghujung 2003 SBY tidak dikucilkan dari kabinet hingga dicap jenderal anak kecil oleh Pak Taufik Kiemas, belum tentu beliau menjadi Capres. Bisa jadi aka nada koalisi PDIP dan Demokrat mengantarkan Mega-SBY," tutur Syahrial Nasution.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Pikiran Rakyat
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww