Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
13 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
17 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
12 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
18 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Harga Beberapa Komoditas akan Naik, Kata Mendag

Harga Beberapa Komoditas akan Naik, Kata Mendag
Mendag RI, Muhammad Lutfi usai mengunjungi Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Selasa (6/4/2021). (gambar: ist./tangkapan layar video kemendag ri)
Rabu, 07 April 2021 06:35 WIB
JAKARTA - Mendag RI (Menteri Perdagangan Republik Indonesia) Muhammad Lutfi mengungkapkan, harga beberapa komoditas akan naik secara signifikan lantaran pertumbuhan ekonomi baru dari permintaan yang terjadi di masa pandemi dan setelah pandemi.

"Indonesia akan memasuki periode supercycle, dimana harga beberapa komoditas akan naik secara signifikan, terutama komoditas dasar," kata Mendag dalam pernyataan pers yang dikutip GoNews.co, Rabu (7/4/2021).

Lansiran Antaranews.com menyebut, beberapa komoditas yang harganya naik dalam periode supercycle tersebut adalah minyak bumi, gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), bijih besi, dan tembaga.

"Ini bukan kali pertama Indonesia menghadapi periode supercycle. Beberapa tahun lalu, Indonesia telah mengalaminya dan seperti periode sebelumnya, periode supercycle kali ini diharapkan juga akan membawa keberuntungan dan dampak positif bagi perekonomian Indonesia," ujar Mendag.

Untuk diketahui, selain akan menghadapi supercycle tersebut. Rakyat Indonesia-setidaknya di Jakarta, Depok, dan Padang- tengah menghadapi tingginya harga beberapa barang pangan di pasar. Penelusuran GoNews.co dua pekan lau menemukan, harga cabe rawit merah sempat tembus Rp140 ribu/Kg di Pasar Kebayoran Lama dan Pasar Palmerah, meski saat ini turun menjadi kisaran Rp70 ribuan. Ini juga dialami masyarakat Depok. Harga Daging di kedua kedua pasar tersebut juga sempat tinggi, ditambah langkanya daging sapi lokal, dan harga ayam potong juga sempat tembus Rp35 ribu/ekor dari biasanya Rp27 ribu/ekor menurut pengakuan pedagang.

Dalam sebuah video resmi yang dilihat GoNews.co pada Rabu dini hari, Mendag telah menemukan sendiri kenaikan harga ecer bahan pokok di salah satu pasar tradisional. Bahan pokok yang didapati mengalami kenaikan harga adalah gula dan minyak goreng.

"Yang agak tinggi itu adalah minyak goreng," ujar Mendag Lutfi usai meninjau Pasar Raya Padang, Sumatera Barat pada Selasa (6/4/2021).

Penyebab tingginya hara minyak goreng, Lutfi menjelaskan, karena tingginya harga CPO (crude palm oil) atau minyak sawit mentah yang memang sedang meninggi. Harga CPO yang biasa di kisaran 600 - 700 dolar Amerika Serikat, tembus di atas 1000 dolar AS per hari Selasa. Tapi, kata Lutfi, "Bapak dan Ibu juga harus ingat, ini adalah ekspor terbesar Indonesia untuk CPO,".

Dalam kunjungan ke Pasar Raya Padang itu, Mendag juga sekaligus meninjau Fase VII Pasar Raya Padang yang rencananya akan direvitalisasi pasca terdampak gempa 2009 silam.

"Saya janjian dengan Pak Wali (Wali Kota Padang, red) dan berkomitmen untuk membereskan pasar Fase VII Kota Padang ini. Saya kembali setelah Idul Fitri," janji Lutfi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Ekonomi, Sumatera Barat
wwwwww