Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
Peristiwa
14 jam yang lalu
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
2
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
Politik
16 jam yang lalu
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
3
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
4
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
Olahraga
14 jam yang lalu
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
5
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
Peristiwa
14 jam yang lalu
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
6
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Peristiwa
18 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Harga Beberapa Komoditas akan Naik, Kata Mendag

Harga Beberapa Komoditas akan Naik, Kata Mendag
Mendag RI, Muhammad Lutfi usai mengunjungi Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Selasa (6/4/2021). (gambar: ist./tangkapan layar video kemendag ri)
Rabu, 07 April 2021 06:35 WIB
JAKARTA - Mendag RI (Menteri Perdagangan Republik Indonesia) Muhammad Lutfi mengungkapkan, harga beberapa komoditas akan naik secara signifikan lantaran pertumbuhan ekonomi baru dari permintaan yang terjadi di masa pandemi dan setelah pandemi.

"Indonesia akan memasuki periode supercycle, dimana harga beberapa komoditas akan naik secara signifikan, terutama komoditas dasar," kata Mendag dalam pernyataan pers yang dikutip GoNews.co, Rabu (7/4/2021).

Lansiran Antaranews.com menyebut, beberapa komoditas yang harganya naik dalam periode supercycle tersebut adalah minyak bumi, gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), bijih besi, dan tembaga.

"Ini bukan kali pertama Indonesia menghadapi periode supercycle. Beberapa tahun lalu, Indonesia telah mengalaminya dan seperti periode sebelumnya, periode supercycle kali ini diharapkan juga akan membawa keberuntungan dan dampak positif bagi perekonomian Indonesia," ujar Mendag.

Untuk diketahui, selain akan menghadapi supercycle tersebut. Rakyat Indonesia-setidaknya di Jakarta, Depok, dan Padang- tengah menghadapi tingginya harga beberapa barang pangan di pasar. Penelusuran GoNews.co dua pekan lau menemukan, harga cabe rawit merah sempat tembus Rp140 ribu/Kg di Pasar Kebayoran Lama dan Pasar Palmerah, meski saat ini turun menjadi kisaran Rp70 ribuan. Ini juga dialami masyarakat Depok. Harga Daging di kedua kedua pasar tersebut juga sempat tinggi, ditambah langkanya daging sapi lokal, dan harga ayam potong juga sempat tembus Rp35 ribu/ekor dari biasanya Rp27 ribu/ekor menurut pengakuan pedagang.

Dalam sebuah video resmi yang dilihat GoNews.co pada Rabu dini hari, Mendag telah menemukan sendiri kenaikan harga ecer bahan pokok di salah satu pasar tradisional. Bahan pokok yang didapati mengalami kenaikan harga adalah gula dan minyak goreng.

"Yang agak tinggi itu adalah minyak goreng," ujar Mendag Lutfi usai meninjau Pasar Raya Padang, Sumatera Barat pada Selasa (6/4/2021).

Penyebab tingginya hara minyak goreng, Lutfi menjelaskan, karena tingginya harga CPO (crude palm oil) atau minyak sawit mentah yang memang sedang meninggi. Harga CPO yang biasa di kisaran 600 - 700 dolar Amerika Serikat, tembus di atas 1000 dolar AS per hari Selasa. Tapi, kata Lutfi, "Bapak dan Ibu juga harus ingat, ini adalah ekspor terbesar Indonesia untuk CPO,".

Dalam kunjungan ke Pasar Raya Padang itu, Mendag juga sekaligus meninjau Fase VII Pasar Raya Padang yang rencananya akan direvitalisasi pasca terdampak gempa 2009 silam.

"Saya janjian dengan Pak Wali (Wali Kota Padang, red) dan berkomitmen untuk membereskan pasar Fase VII Kota Padang ini. Saya kembali setelah Idul Fitri," janji Lutfi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Ekonomi, Sumatera Barat
wwwwww