Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
Hukum
7 jam yang lalu
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
2
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
DPR RI
15 jam yang lalu
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
3
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
Hukum
14 jam yang lalu
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
4
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
Ekonomi
17 jam yang lalu
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
5
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
Hukum
14 jam yang lalu
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
6
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
MPR RI
13 jam yang lalu
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
Home  /  Berita  /  Politik

Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan

Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Anggota Komisi Keuangan (Komisi XI) DPR RI, Anis Byarwati. (Foto: Istimewa)
Minggu, 09 Mei 2021 01:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Politikus PKS Anis Byarwati mendorong kaum muda untuk menciptakan solusi guna mengatasi kemiskinan dalam negeri. Sejak dulu, masalah kemiskinan tak pernah benar-benar mampu diatasi secara signifikan oleh pemerintah.

Apalagi semenjak munculnya wabah Covid-19 ke Indonesia, gelombang kemiskinan makin meningkat. Masyarakat yang sebelumnya sumringah karena adanya penghasilan dari pekerjaan kini hidupnya terkatung-katung menjadi pengangguran usai diputus hubungan kerja.

Besarnya angka pengangguran, jumlah rakyat miskin pun mengalami peningkatan dan akan semakin memburuk dengan tekanan dampak pandemi. Pada Maret 2020, misalnya, rakyat miskin meningkat sebesar 1,63 juta jiwa dari September 2019, totalnya menjadi 26,42 juta atau 9,78 persen dari penduduk Indonesia.

Pada September 2019, jumlah penduduk miskin mencapai 24,79 juta atau sekitar 9,22 persen dari total penduduk Indonesia. "Angka ini menunjukan peningkatan sebesar 1,28 juta jiwa terhadap Maret 2019,” kata Anis dalam webinar yang diselenggarakan HMI Cabang Tulungagung bertema "Peran Pemuda dalam Mengawal Peluang dan Tantangan Politik di Era Digital", Jumat, 7 Mei 2021.

Meski digambarkan bahwa pandemi menjadi penyebab utama terjadinya lonjakan tingkat kemiskinan di 2020, namun melihat data yang disajikan dengan rentang waktu sebelum terjadinya pandemi Covid-19, hal ini memberikan kesimpulan lain bahwa pemerintah belum berhasil menangani kemiskinan di Indonesia. "Pandemi Covid-19 memperparah keadaan dengan banyaknya penduduk yang kehilangan mata pencaharian," ujar Anis.

Anggota Komisi Keuangan (Komisi XI) DPR RI ini juga menyinggung isu ketimpangan. Ia memaparkan sejumlah data di mana menurut BPS tahun 2020, gini ratio mengalami kenaikan menjadi 0,381 pada Maret 2020 dari 0,38 pada Agustus 2019 (BPS, 2020)."Meningkatnya gini ratio menggambarkan tidak optimalnya kinerja pemerintah dalam upaya menekan kesenjangan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pendapat seorang peneliti senior terkait ekonomi Indonesia dari University of London, Anne Booth (2020) yang menilai bahwa persoalan ketimpangan pendapatan dan kekayaan di Indonesia adalah masalah yang serius, bahkan persoalan ketimpangan mutakhir juga dianggap lebih buruk dibandingkan di era Orde Baru. "Ketimpangan pendapatan yang meningkat antara yang kaya dan yang selebihnya tidak, hanya akan menciptakan ketidakstabilan sosial ke depannya, tetapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi," terang Anis.

Hal lain yang digarisbawahi oleh Anis, mengenai turunnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. Pandemi Covid-19 membawa pengaruh terhadap pembangunan manusia di Indonesia. Hal ini terlihat dari perlambatan pertumbuhan IPM tahun 2020 dibanding tahun-tahun sebelumnya.

IPM Indonesia tahun 2020 tercatat sebesar 71,94 atau tumbuh 0,03 persen (meningkat 0,02 poin) dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Mirisnya, dilihat dari status pembangunan manusia per Provinsi pada 2020, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar propinsi di Indonesia (23 dari 34 propinsi) berada di bawah IPM rata-rata nasional (71,94).

Level pendidikan Indonesia dalam konteks internasional juga tidak terlalu memuaskan, berada dalam posisi 65 dari 141 negara terkait skills (kemampuan) sebagaimana tercatat dalam laporan World Economic Forum - Global Competitiveness Index 2019. Angka ini menempatkan Indonesia berada dalam urutan 4 di ASEAN dibawah Singapura (19), Malaysia (30), dan Brunei (59).

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini lantas menekankan, bahwa tugas pemuda pada hari ini adalah memberikan masukan dan menghadirkan solusi. Ia menyampaikan bahwa peluang yang dimiliki Indonesia hari ini sangat terkait dengan besarnya jumlah pengguna internet atau dunia digital.

Lembaga pemantau penggunaan dunia maya Hootsuiter menyampaikan pada Januari 2020, pengguna internet di Indonesia berjumlah 174,5 juta orang (64% dari populasi penduduk), 160 juta orang aktif di sosial media (59% populasi penduduk) dan terdapat 332,4 telfon seluler aktif di Indonesia (124% populasi penduduk).“Data ini menunjukkan bahwa peran pemuda terutama dalam pemanfaatan dunia digital, sangat potensial dioptimalkan,” kata dia.

Namun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam penggunaan digitalisasi di Indonesia, di antaranya kehadiran buzzer yang belum bisa ditertibkan, UU ITE dengan pasal karetnya serta belum meratanya akses internet. "Dengan tantangan yang ada, bukan bearti pemuda harus berhenti berkontribusi, akan tetapi justru harus memicu para pemuda untuk bisa kreatif dan inovatif lagi dalam memanfaatkan dunia digital," pungkasnya.***

wwwwww