Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
20 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Rakor Tingkat Menteri, Amali: Indonesia Target Tembus Peringkat 5 Olimpiade

Rakor Tingkat Menteri, Amali: Indonesia Target Tembus Peringkat 5 Olimpiade
Jum'at, 21 Mei 2021 20:49 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA -  Menpora, Zainudin Amali memaparkan Grand Design Olahraga Nasional dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Menteri dengan agenda Finalisasi Payung Hukum Desain Besar Olahraga Nasional dari Sitroom Lt.9 Kemenpora Jakarta, Jumat (21/5/2021).

Dalam Rakor yang dipimpin Menko PMK Muhadjir Effendy, Amali menyampaikan dengan Grand Design Olahraga Nasional itu Indonesia bisa menembus peringkat 5 besar pada Olimpiade 2044.

Menurutnya, lahirnya Grand Design Olahraga Nasional didasari oleh arahan presiden saat sambutan pada peringatan (Hari Olahraga Nasional) ke-37 pada 9 September kemarin.
"Pada arahanya, Presiden minta untuk melakukan review total terhadap ekosistem prestasi olahraga nasional. Atas dasar ini, kemudian melahirkan Grand Design Olahraga Nasional yang sudah dipresentasikan pada rapat terbatas tanggal 15 Maret 2021," katanya.

Dalam meraih prestasi, kata Amali, dibutuhkan minimum 10 tahun latihan untuk mengantarkan atlet menuju podium internasional. "Sasaran utama kita adalah Olimpiade sedangkan Asian Games dan SEA Games menjadi sasaran antara saja. Dari diskusi bersama dengan profesor, guru besar dan stakeholder olahraga maka kita memutuskan bahwa kita akan memprioritaskan cabang-cabang olahraga yang mengandalkan akurasi dan teknik," jelasnya.

Dalam Grand Design Olahraga Nasional, pemerintah menargetkan sampai tahun 2045 yakni 100 tahun Indonesia merdeka. "Cita-cita kita di tahun 2044 pada saat dilaksanakan Olimpiade, partispasi olahraga kita sudah mencapai 70%, siswa aktif berolahraga sudah mencapai 30%. Dan peringkat 6 besar untuk Olimpiade dan Paralimpiade bahkan kita menuju ke 5 besar," ucapnya.

"Pada Olimpiade 2032 apabila kita menjadi tuan rumah dan menang bidding, kita tidak ingin hanya sukses secara penyelenggaraan tapi juga kita ingin sukses prestasi, sebagaimana yang sudah dibuktikan pada Asian Games 2018. Dan dari hitungan kita dengan para ahli ini sangat memungkinkan. Dan yang penting kita terkonsentrasi kepada apa yang akan kita lakukan," lanjutnya

Menurutnya, untuk sukses prestasi olimpiade tentu ada tahapanya. Tahapan di tahun 2021-2024, Indonesia akan mengalami dua olimpiade yaitu Olimpiade Takyo 2021 dan Olimpiade Paris 2024. Untuk ajang Olimpiade, ada 14 cabor yang diutamakan dalam desain besar olahraga nasional. Cabor itu adalah bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, senam artistik, dan pencak silat.

Usai memberikan paparan grand design, ada beberapa masukan dari beberapa menteri yang mengikuti rakor tesebut. "Intinya kita berharap desain ini didukung oleh semua pihak, termasuk dari kementerian terkait. Dan masukan beberapa menteri yang hadir dan kami akan jadikan bahan untuk melengkapi," tutup Menpora Amali. ***

wwwwww