Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2021

Louvre Dewa Menanti Keajaiban

Louvre Dewa Menanti Keajaiban
Minggu, 30 Mei 2021 14:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Louvre Dewa United Surabaya kini berharap keajaiban kembali terjadi di gim kedua Indonesia Basketball League (IBL) 2021. Tim berjuluk Buaya Darat itu tak ingin perjuangan berakhir di babak empat besar.

Di gim pertama Louvre Dewa United Surabaya dilumat dengan skor 84-60 dari Pelita Jaya Bakrie Jakarta. Bila kembali menelan kekalahan di gim kedua, Kevin Moses dkk. harus mengakhiri perjalanan di IBL 2021.

Louvre Dewa United Surabaya punya peluang besar menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tim Buaya Darat tentu masih ingat keajaiban yang dibuat Jamarr Johnson pada perempat final.

Kala itu, Jamarr melepaskan tembakan tiga angka di tiga detik akhir kuarter empat yang memaksa KAI Bima Perkasa Jogja memainkan babak overtime di gim kedua perempat final. KAI Bima perkasa Jogja pada akhirnya kalah di gim kedua dan ketiga karena permainan Jamarr yang cemerlang.

Di gim pertama kontra Pelita Jaya Bakrie Jakarta, Jamarr belum terlalu terlihat permainannya. Para penggawa Pelita Jaya Bakrie Jakarta mampu meredam pebasket berusia 33 tahun itu.

Di sisi lain, Pelita Jaya Bakrie Jakarta tak punya niat memberi Louvre Dewa United Surabaya perpanjangan napas. Dua gim sudah cukup bagi Andakara Prastawa dkk.

Key Player:

Pelita Jaya Bakrie Jakarta: Andakara Prastawa 217 poin, 72 assist, 51 rebound, 41 steal

Louvre Dewa United Surabaya: Jamarr Johnson 369 poin, 55 assist, 27 blok, 227 rebound

Rekor Pertemuan:

- Louvre Dewa United Surabaya 70 Vs 77 Pelita Jaya Bakrie Jakarta

- Pelita Jaya Bakrie Jakarta 100 Vs 45 Louvre Dewa United Surabaya

- Louvre Dewa United Surabaya 67 Vs 84 Pelita Jaya Bakrie Jakarta. ***

wwwwww