Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Nasional

Pernyataannya Soal Kuota Haji Disoal, Dasco: Kedubes Saudi Sebaiknya Beri Kepastian Pemerintah Indonesia

Pernyataannya Soal Kuota Haji Disoal, Dasco: Kedubes Saudi Sebaiknya Beri Kepastian Pemerintah Indonesia
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dalam kesempatan wawancara cegat di Senayan, Jakarta. (foto: ist.)
Jum'at, 04 Juni 2021 14:09 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Sufmi Dasco Ahmad, meminta Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam Bin Ahmed Abid Altaqafi untuk tidak merespon secara berlebihan terkait pernyataan dirinya mengenai kuota haji jamaah Indonesia tahun 2021.

Toh, kata Dasco, apa yang sempat menjadi pernyataan Dasco telah berdasar pada informasi yang bersumber dari Kedutaan Saudi Arabia.

"Selaku Pimpinan DPR saya berkomunikasi dengan banyak pihak termasuk dengan otoritas (sebagaimana yang disebutkan di dalam surat) terkait dengan perkembangan kuota haji ini," kata Dasco tertulis, sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Jumat (4/6/2021).

Alih-alih merespons situasi terkini pemberangkatan jamaah haji Indonesia dengan bersurat ke Ketua DPR RI, Puan Maharani dan menyoal pernyataan Dasco, Kedubes Saudi Arabia sebaiknya memastikan dan menyampaikan informasi resmi kepada pemerintah Indonesia terkait dengan keputusan Pemerintah Kerjaan Arab Saudi dalam hal pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Bagi Dasco, keputusan Menteri Agama Republik Indonesia untuk tidak memberangkatkan jamaah haji asal Indonesia pada tahun ini adalah keputusan yang patut diapresiasi. Pasalnya, belum ada informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi dan secara tenggat waktu memang sudah tidak memungkinan bagi Indonesia untuk memberangkatkan jamaah haji di tahun ini.

"Sampai dengan tanggal 28 Mei 2021 adalah batas permintaan pemerintah Indonesia untuk diberikan informasi dari pemerintah arab saudi tentang kuota haji untuk Indonesia yang belum ada kepastian, di sisi lain, Pemerintah Indonesia perlu mempersiapkan banyak hal baik itu vaksinasi, persiapan katering bagi calon jamaah haji, pesawat, pemondokan dan lain sebagainya hanya dengan jangka waktu 1,5 karena telah lewat dari batas waktu yg diminta pemerintah Indonesia yaitu tanggal 28 Mei 2021," kata Dasco.

Sebelumnya, Senin (31/5/2021) lalu, Dasco menanggapi pertanyaan wartawan terkait vaksin sinovac yang belum disetujui oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi bagi calon jamaah haji.

"Sementara kita gak usah bahas soal vaksinnya itu dulu. Karena kita musti memastikan kita dapat kuota haji atau tidak karena info terbaru yang saya dengar bahwa kita nggak dapet kuota haji," kata Dasco kala itu.

Kemudian pada Kamis (3/6/2021), pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa jamaah haji Indonesia tak berangkat pada 2021. Ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Haji 1442 Hijriah/ 2021 masehi.

Kemenag menyatakan, bahwa keputusan ini diambil setelah menerima informasi dari Kerajaan Arab Saudi. Selain itu pihaknya telah berkomunikasi dengan ulama, Komisi VIII DPR RI, penyelenggara Haji dan lainnya. Menag Yaqut Cholil Qoumas juga telah menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum mengambil keputusan ini.

Lalu, Jumat pagi tadi, sebuah surat resmi berkop Kedubes Saudi Arabia yang ditujukan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani beredar di kalangan wartawan. Surat itu menyinggung pemberitaan yang mengutip pernyataan Anggota DPR, salah satunya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, "Yang menyatakan telah memperoleh informasi bahwa Indonesia tidak memperoleh kuota haji pada tahun ini,".

"Saya ingin memberitahukan kepada Yang Mulia (Puan Maharani, red) bahwa berita-berita tersebut tidak benar dan hal itu tidaklah dikeluarkan oleh otoritas resmi Kerajaan Arab Saudi," kutipan surat yang ditandatangani oleh Dubes Essam bin Ahmed Abid Althaqafi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kriminal, Nasional
wwwwww