Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Didorong Duet di 2024, Elektabilitas Airlangga Kalah dari AHY di 3 Tiga Lembaga Survei Ini

Didorong Duet di 2024, Elektabilitas Airlangga Kalah dari AHY di 3 Tiga Lembaga Survei Ini
Silaturahmi DPP Demokrat ke DPP Golkar. (Foto: istimewa)
Minggu, 06 Juni 2021 16:00 WIB
JAKARTA - Partai Demokrat (PD) mendorong ketua umum (ketum) mereka Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berduet dengan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024.

Namun Golkar menegaskan bahwa hasil munas Golkar 2019 menetapkan Airlangga sebagai capres. Berapa elektabilitas AHY dan Airlangga?

Berdasarkan catatan yang dilansir GoNews.co dari detikcom, Minggu (6/6/2021), AHY dan Airlangga masuk sebagai kandidat capres berdasarkan survei 3 lembaga berbeda. Di mana elektabilitas AHY selalu berada di atas Airlangga.

Berikut elektabilitas AHY dan Airlangga:

1. Survei Parameter Politik Indonesia

Survei teranyar dilakukan Parameter Politik Indonesia. Berdasarkan survei Parameter Politik Indonesia, yang dilakukan pada 23-28 Mei 2021, elektabilitas AHY sebesar 5,6 persen. Sedangkan Airlangga hanya 0,4 persen.

Survei Parameter Politik Indonesia dilakukan dengan metode telepolling menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan metode simple random sampling dari 6.000 nomor ponsel.

Ribuan nomor ponsel itu dipilih secara acak dari kerangka sampel yang ada, dan disesuaikan dengan proporsi populasi secara gender. Margin of error survei kurang-lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei ini, AHY berada di posisi ke-4 di bawah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Prabowo bertengger di posisi puncak dengan elektabilitas 16,5 persen.

2. Survei Y-Publica

Lembaga survei Y-Publica juga melakukan survei elektabilitas kandidat capres 2024. Hasilnya, elektabilitas AHY sebesar 3,2 persen, sementara Airlangga 0,5 persen.

Berdasarkan hasil survei Y-Publica, AHY berada di peringkat delapan. AHY kalah jauh dengan Ganjar yang berada di posisi pertama dengan elektabilitas 20.2 persen.

Survei Y-Publica dilakukan pada 1-10 Mei 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

3. Survei Puspoll Indonesia

Hasil survei Puspoll Indonesia menyebutkan elektabilitas AHY lebih besar dibandingkan Airlangga. AHY berada di tempat ke-6 dengan elektabilitas 4,9 persen. Sedangkan Airlangga berada di posisi ke-15 dengan elektabilitas 1 persen.

Dikutip dari website resmi Puspoll Indonesia, Selasa (25/5/2021), survei dilakukan pada 20-29 April 2021 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Total sampel 1.600 responden, margin of error 2,45 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat, dengan memperhatikan urban/rural dan proporsional antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Metropolitan, Voli, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww