Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2021

Satria Muda Tak Mau Lagi Kecolongan

Satria Muda Tak Mau Lagi Kecolongan
Minggu, 06 Juni 2021 09:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Penggawa Satria Muda Pertamina Jakarta, Arki Dikania Wisnu, tak menampik bahwa timnya kecolongan pada gim kedua final Indonesia Basketball League (IBL) 2021. Pebasket berusia 33 itu mengakui ada kelengahan karena sudah mengantungi satu kemenangan.

Satria Muda Pertamina Jakarta dipaska memainkan gim ketiga final IBL 2021 setelah Pelita Jaya Bakrie Jakarta berhasil menyamakan kedudukan. Kini, penentuan pemenang musim ini akan ditentukan di Britama Arena, Jakarta Utara, Minggu (6/6/2021).

“Saya rasa kami terlalu santai karena sudah 1-0. Namun, kami belajar dari kesalahan. Apa yang berlalu, biarkan berlalu, kami harus menatap gim ketiga dengan lebih baik lagi,” ujar Arki.

Soal performa di gim kedua, Arki tak merasa ada masalah. Pebasket yang besar di New York itu selalu hustle dari gim ke gim.

“Saya selalu agresif di setiap pertandingan. Tidak ada perbedaan. Namun, saya memang harus merasakan gimnya terlebih dahulu, tak bisa langsung memaksa,” ujar Arki. ***

wwwwww