Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Badan Timnas eSport Wujud Kolaborasi IeSPA dan PB ESI

Badan Timnas eSport Wujud Kolaborasi IeSPA dan PB ESI
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari saat menerima pengurus IeSPA dan PB ESI.
Selasa, 08 Juni 2021 19:28 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengapresiasi pembentukan Badan Timnas Esport (BTES). Tim ad hoc ini bakal menjadi wadah atlet-atlet esport yang membela Merah Putih di multievent Internasional.

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan kehadiran BTES menjadi preseden positif bagi dunia olahraga. Sebab, BTES terbentuk sebagai perwujudan kolaborasi antara Indonesia Esport Association (IESPA) dan Pengurus Besar Esport Indonesia (PB ESI) yang sepakat bersinergi demi semangat pencapaian prestasi Indonesia di multievent Internasional.

“Ini hari bersejarah karena pembentukan BTES memberi pelajaran bagi cabor yang masih memiliki pikiran mendua karena saat membela nama Indonesia harus menjadi satu. Esport menunjukkan meski organisasinya berbeda, jangan mengkhianati Merah Putih karena yang paling penting adalah prestasi olahraga Indonesia,” kata Okto, sapaan karib Raja Sapta, saat menerima IESPA dan PB ESI di Kantor NOC Indonesia, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Okto bersama Komite Eksekutif (KE) Bidang Pengawasan dan Harmonisasi Luar Negeri NOC Indonesia Antonius Adi Wirawan, KE Bidang Pengawasan dan Harmonisasi Hubungan Antarlembaga Jadi Rajagukguk serta Sekretaris Jenderal Ferry J Kono menerima Ketua IESPA Eddy Lim serta Sekretaris Jenderal PB ESI Frangky Ong.

Kedatangan mereka melaporkan inisiatif antarkedua pihak yang sepakat menyusun pembinaan timnas esport bersama-sama. IESPA dan PB ESI adalah dua organisasi yang menaungi esport di Tanah Air. IESPA digagas Eddy kala geliat esport mulai tumbuh di Tanah Air.

Mereka berafiliasi dengan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) dan telah mendapat pengakuan Federasi Esport Internasional (IESF). Sementara PB ESI terbentuk pada awal 2020. Organisasi ini diketuai Budi Gunawan dan mendapat pengakuan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai badan resmi yang menaungi pembinaan prestasi olahraga di bawah naungan KONI.

Ketenaran esport kian dilirik untuk dipertandingkan di multievent olahraga internasional. Debut esport sebagai olahraga prestasi dimulai dengan masuk laga ekshibisi Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) 2017 Asgabath dan berlanjut di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Antusiasme berlanjut kala SEAGF menyepakati eSport menjadi cabor resmi perebutan medali di SEA Games 2019 Filipina. Bahkan esport kini juga telah masuk dalam daftar cabor yang dipertandingkan di SEA Games 2021 Hanoi, AIMAG 2021 Pataya, serta Asian Games 2022 Hangzhou. ***

wwwwww