Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Pertanyakan Keseriusan Sri Mulyani dalam Menyelamatkan Garuda
Politik
20 jam yang lalu
DPR Pertanyakan Keseriusan Sri Mulyani dalam Menyelamatkan Garuda
2
Ketimbang Berkonflik Internal, ETOS Minta KPK Fokus Jebloskan Azis Syamsudin ke Penjara
Hukum
15 jam yang lalu
Ketimbang Berkonflik Internal, ETOS Minta KPK Fokus Jebloskan Azis Syamsudin ke Penjara
3
Kisah Pilu Perjalanan Rahmat: Erwin Abdullah: Ular, Ikan Arwana dan Badik Itu Banyak Menolong
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kisah Pilu Perjalanan Rahmat: Erwin Abdullah: Ular, Ikan Arwana dan Badik Itu Banyak Menolong
4
Ketua DPD RI Dapat Gelar Mia Ogena Yi Saragau dari Kesultanan Buton
Politik
20 jam yang lalu
Ketua DPD RI Dapat Gelar Mia Ogena Yi Saragau dari Kesultanan Buton
5
Presiden Targetkan Bogor Capai Kekebalan Komunal Agustus 2021
Kesehatan
24 jam yang lalu
Presiden Targetkan Bogor Capai Kekebalan Komunal Agustus 2021
6
Toyota Resmi Jual Raize 1.200 cc, Harga Mulai Rp 202 Jutaan
Ekonomi
12 jam yang lalu
Toyota Resmi Jual Raize 1.200 cc, Harga Mulai Rp 202 Jutaan
Home  /  Berita  /  Olahraga

Tetap Membara Semangat Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Tetap Membara Semangat Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Foto: NOC Indonesia)
Jum'at, 11 Juni 2021 19:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Semangat Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) membawa penyelengaraan Olimpiade ke Tanah Air tetap membara meski Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan membawa Brisbane dalam pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032. Perjuangan belum berakhir karena keputusan mutlak baru dapat dipastikan jika Brisbane menang dalam pemungutan suara oleh anggota IOC pada Sesi IOC ke-138  di Tokyo, 21 Juli 2021.

Dalam jumpa pers di markas besar IOC, Lausanne, Kamis (10/6) waktu Swiss atau Jumat (11/6/2021) dini hari WIB, Presiden IOC Thomas Bach mengumumkan hasil rapat Dewan Eksekutif IOC, di antaranya penetapan 29 refugee athlete dari 12 cabang olahraga di 13 negara yang akan membawa pesan solidaritas di Olimpiade 2020 Tokyo, ketetapan protokol kesehatan mulai dari vaksinasi dan prosedur delegasi selama 14 hari setiba di Tokyo, hingga keputusan untuk membawa Brisbane dalam pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032.

Untuk poin terakhir, Bach menjelaskan keputusan diambil menyusul rekomendasi Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan yang telah menetapkan Brisbane sebagai Preferred Host. Namun, Brisbane tidak serta merta langsung terpilih karena keputusan tersebut ada di tangan anggota IOC dalam pemilihan suara pada Sesi IOC ke-138 di Tokyo, 21 Juli 2021.

“Kami menghargai putusan IOC. Namun, sebagaimana penjelasan Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan dalam dialog terakhir menyebutkan bahwa posisi Brisbane menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 pun masih bisa gagal apabila tidak terpilih dalam voting. Saya atas nama NOC Indonesia dan INABCOG memastikan bahwa kami akan berjuang hingga akhir,” kata Presiden NOC Indonesia ex-officio Ketua Pelaksana INABCOG, Raja Sapta Oktohari, Jumat (11/6/2021).

Format baru pemilihan tuan rumah Olimpiade yang ditetapkan IOC pada 2019 membagi proses pencalonan dalam beberapa tahap, yaitu Interested Party, Continuous Dialogue, Targeted Dialogue yang kemudian menjadi Preferred Host. Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan hanya membawa satu kandidat ke Dewan Eksekutif IOC. Jika tidak terpilih dalam voting Sesi IOC, Komisi Tuan Rumah Olimpiade akan melanjutkan pencalonan kandidat lain dengan proses yang sama.

Hal tersebut juga ditegaskan kembali oleh Bach dalam jumpa pers tadi malam. Menurutnya, keputusan mutlak tuan rumah Olimpiade 2032 tetap berada di tangan anggota IOC. Sekitar 100 anggota IOC bakal berkumpul menghadiri Sesi IOC yang dilaksanakan dua hari sebelum upacara pembukaan Olimpiade 2020 Tokyo, di mana Indonesia juga memiliki suara melalui Menteri BUMN Erick Thohir yang juga menjabat sebagai anggota IOC.

“Kami yakin IOC member mengedepankan fairness. Indonesia memiliki wakil yaitu Pak Erick yang memiliki hak suara di Sesi IOC nanti. Kami juga akan terus menggalang dukungan untuk tampil sebagai negara ASEAN pertama yang menjadi tuan rumah Olimpiade. Kami mendapat support dari negara-negara di ASEAN dan Asia dan kami yakin perjuangan belum berakhir karena Indonesia memiliki semua syarat yang ditetapkan IOC, baik master venue plan, legacy, bahkan SDGs (Sustainable Development Goals),” ujar Okto.

Dengan potensi-potensi tersebut, Indonesia tetap dalam jalur pencalonan tuan rumah Olimpiade.Terlebih, Bach juga menjelaskan negara-negara yang tengah dalam proses diskusi dengan Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan juga memungkinkan mengambil bagian menjadi tuan rumah 2036 atau 2040.

Menangapi hal tersebut, Okto mengatakan Indonesia tetap mengedepankan misi utama terlebih dulu. Dalam surat terakhir yang ditandatangani Ketua Komisi Tuan Rumah Olimpiade Kristin Kloster Aasen juga masih mengajak Indonesia melakukan diskusi lanjutan di pertemuan lanjutan pada musim gugur.

“Kami tetap akan berjuang menjadi tuan rumah 2032 dan saya cukup percaya diri. Terkait dengan opsi-opsi lain yang memungkinkan, tentu akan menjadi bahan pertimbangan kami yang perlu kami diskusikan lebih lanjut dengan pemerintah,” kata Okto. 

Selain Brisbane dan Indonesia, setidaknya ada empat kandidat lain yang juga membidik menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, yaitu Jerman, Hungaria, Qatar, dan Unifikasi Korea. Namun, Brisbane mendapat status Preferred Host lebih dulu karena mereka telah mengikuti proses diskusi bidding sejak akhir 2019.

Indonesia saat ini sudah masuk dalam tahap Continous Dialogue. Dalam dialog terakhir, Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan mengatakan impresif dengan progres yang ditampilkan Indonesia. Bahkan, komisi yang diketuai Kristin Kloster Aasen juga memuji paparan INABCOG serta grand design pembinaan prestasi rancangan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dinilai dapat menjadikan Indonesia sebagai kandidat potensial tuan rumah Olimpiade. ***

wwwwww